Bojonegoro [DESA MERDEKA] – Angin segar kembali berhembus di kalangan peternak Kabupaten Bojonegoro. Semangat untuk memajukan sektor peternakan kian membara seiring dengan dibukanya Sekolah Lapang yang diinisiasi oleh Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri. Bertempat di Balai Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, acara pembukaan pada 25 April 2025 ini menandai tahun kedua dari program pengembangan peternakan yang direncanakan berlangsung selama empat tahun.
Fokus utama Sekolah Lapang kali ini adalah meningkatkan kapasitas para peternak, khususnya dalam hal pemeliharaan dan pembibitan sapi pedaging yang berkualitas. Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan wujud sinergi apik antara Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur dan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB). Kehadiran berbagai pihak strategis dalam acara pembukaan semakin menegaskan komitmen bersama untuk memajukan sektor peternakan di Jawa Timur.
Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Tri Setyoningsih, turut hadir dan menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif pemberdayaan peternak ini. Beliau menekankan pentingnya pendekatan edukatif dan berbasis komunitas dalam memajukan sektor peternakan. Perwakilan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Fajar, juga menyampaikan hal senada, menyoroti krusialnya kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas produksi ternak lokal.
Sekretaris Desa Dolokgede, selaku tuan rumah dan fasilitator di tingkat desa, tak ketinggalan menyampaikan apresiasinya. Pihak desa meyakini bahwa program Sekolah Lapang ini akan memberikan dampak positif secara langsung terhadap kesejahteraan para petani dan peternak di wilayahnya.
Para peserta Sekolah Lapang mendapatkan bimbingan langsung dari tim ahli yang kompeten dari Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya. Nama-nama seperti Prof. Trinil Susilawati, Prof. Syahrul Kurniawan, Dr. Nanang Febrianto, Dr. Aulia Puspita Anugra Yekti, Dr. Asri Nurul Huda, dan Putri Utami, MP, hadir sebagai garda terdepan dalam mentransfer ilmu dan pengalaman kepada para peternak.
Dengan metode pembelajaran yang partisipatif, para peternak tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik mengenai teknik pemeliharaan sapi pedaging yang benar, cara memilih bibit unggul, manajemen pakan yang efisien, serta pengelolaan reproduksi dan kesehatan ternak yang optimal.
Program Sekolah Lapang Ustan Mandiri ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan sumber daya manusia (SDM) peternakan berbasis kearifan lokal. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan rakyat di Bojonegoro dan wilayah sekitarnya.
“Kami sangat optimistis bahwa dengan pendampingan yang berkelanjutan, para peternak akan semakin mandiri dan profesional dalam mengelola usaha mereka,” ungkap Prof. Trinil Susilawati, mewakili tim fasilitator, dengan nada penuh harapan.
Sekolah Lapang Ustan Mandiri bukan sekadar pelatihan sesaat. Lebih dari itu, program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berbasis pada sektor peternakan. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan mampu menjawab tantangan regenerasi peternak dan berkontribusi pada peningkatan kualitas produksi daging sapi nasional. Dengan semangat belajar dan berbagi, Bojonegoro perlahan namun pasti menorehkan jejak sebagai lumbung peternakan sapi pedaging yang andal.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.