Gorontalo [DESA MERDEKA] – Memakmurkan masjid di wilayah pedesaan kini tak lagi sekadar soal fisik bangunan, melainkan kualitas “ujung tombak” di mimbar. Yayasan Azharul Khairaat Gorontalo mengambil langkah berani dengan mendirikan Sekolah Imam Khotib (SIK). Program ini dirancang khusus untuk mencetak generasi muda Islam yang kompeten, kharismatik, dan siap menjawab tantangan zaman di tengah masyarakat.
Gagasan KH. Husni Idrus ini bertujuan menyiapkan kader umat yang tidak hanya fasih secara lisan, tetapi juga mampu meningkatkan kekhusyukan jamaah. Kehadiran imam dan khatib yang berkualitas dinilai krusial untuk menjaga kesempurnaan ibadah shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid-masjid lokal.

Investasi SDM untuk Harmonisasi Keagamaan
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari otoritas setempat. Camat Kabila, Rafiq Rahman, menilai pembinaan intensif ini akan melahirkan petugas masjid yang siap menjalankan tugasnya secara profesional. Senada dengan itu, Kepala KUA Kabila, Majid Karim, menyebut inisiatif ini sangat membantu program Kementerian Agama dalam menciptakan suasana keagamaan yang harmonis di tingkat bawah.
Suleman Adadau, Ketua Umum Badan Ta’mirul Masjid Nidaa Ul Khairaat, menegaskan bahwa kompetensi mumpuni bagi seorang imam adalah harga mati. Mengingat peran mereka sebagai figur sentral dalam pengelolaan masjid, pelatihan rutin setiap bulan menjadi kunci untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.
Kurikulum Rutin untuk Masyarakat Umum
Menariknya, Sekolah Imam Khotib ini tidak bersifat eksklusif. Pelatihan yang melibatkan ahli seperti Ustadz Thalib Manhia ini terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat mengabdi. Selain materi bulanan, peserta mendapatkan pembinaan rutin agar ilmu yang diperoleh benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka masing-masing.
Melalui SIK, Gorontalo kini memiliki pabrik kader yang siap menjaga spiritualitas warga. Dengan kepemimpinan masjid yang lebih segar dan kompeten, masjid diharapkan kembali menjadi pusat peradaban dan kedamaian bagi masyarakat desa.

Desa’isME


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.