Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 4 Nov 2024 14:23 WIB ·

Sekolah Imam Khotib: Mencetak Pemimpin Ibadah dari Akar Rumput


					Sekolah Imam Khotib: Mencetak Pemimpin Ibadah dari Akar Rumput Perbesar

Gorontalo [DESA MERDEKA] – Memakmurkan masjid di wilayah pedesaan kini tak lagi sekadar soal fisik bangunan, melainkan kualitas “ujung tombak” di mimbar. Yayasan Azharul Khairaat Gorontalo mengambil langkah berani dengan mendirikan Sekolah Imam Khotib (SIK). Program ini dirancang khusus untuk mencetak generasi muda Islam yang kompeten, kharismatik, dan siap menjawab tantangan zaman di tengah masyarakat.

Gagasan KH. Husni Idrus ini bertujuan menyiapkan kader umat yang tidak hanya fasih secara lisan, tetapi juga mampu meningkatkan kekhusyukan jamaah. Kehadiran imam dan khatib yang berkualitas dinilai krusial untuk menjaga kesempurnaan ibadah shalat Jumat dan shalat berjamaah di masjid-masjid lokal.

Investasi SDM untuk Harmonisasi Keagamaan
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari otoritas setempat. Camat Kabila, Rafiq Rahman, menilai pembinaan intensif ini akan melahirkan petugas masjid yang siap menjalankan tugasnya secara profesional. Senada dengan itu, Kepala KUA Kabila, Majid Karim, menyebut inisiatif ini sangat membantu program Kementerian Agama dalam menciptakan suasana keagamaan yang harmonis di tingkat bawah.

Suleman Adadau, Ketua Umum Badan Ta’mirul Masjid Nidaa Ul Khairaat, menegaskan bahwa kompetensi mumpuni bagi seorang imam adalah harga mati. Mengingat peran mereka sebagai figur sentral dalam pengelolaan masjid, pelatihan rutin setiap bulan menjadi kunci untuk memastikan standar kualitas tetap terjaga.

Kurikulum Rutin untuk Masyarakat Umum
Menariknya, Sekolah Imam Khotib ini tidak bersifat eksklusif. Pelatihan yang melibatkan ahli seperti Ustadz Thalib Manhia ini terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat mengabdi. Selain materi bulanan, peserta mendapatkan pembinaan rutin agar ilmu yang diperoleh benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan mereka masing-masing.

Melalui SIK, Gorontalo kini memiliki pabrik kader yang siap menjaga spiritualitas warga. Dengan kepemimpinan masjid yang lebih segar dan kompeten, masjid diharapkan kembali menjadi pusat peradaban dan kedamaian bagi masyarakat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 169 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kisah Nurul Fadiah, Melawan ‘Brain Drain’ dari Pesisir Selayar

16 Agustus 2026 - 10:45 WIB

Menantang Ombak Demi Dasa Darma: Kisah 369 Tunas Muda di Beranda Selatan Selayar

15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Trending di PENDIDIKAN