Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 19 Feb 2026 20:36 WIB ·

Sawah Sanggrahan Tulungagung Mendadak Jadi Pusat Ekonomi Ramadan


					Sawah Sanggrahan Tulungagung Mendadak Jadi Pusat Ekonomi Ramadan Perbesar

Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Siapa sangka, jalanan tenang di tepian sawah Desa Sanggrahan kini berubah menjadi “ladang emas” bagi UMKM lokal. Kamis (19/2/2026) sore, kawasan Jogging Track Sanggrahan resmi bertransformasi menjadi pusat Bazar Kuliner Ramadan 2026 yang langsung diserbu ribuan pengunjung sejak hari pertama pembukaannya.

Fenomena ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi desa. Sebanyak 40 lapak kuliner berjejer rapi, menyulap akses area persawahan yang asri menjadi pasar takjil paling ikonik di Kecamatan Boyolangu. Kepala Desa Sanggrahan, Iswanto, menyatakan optimisme besarnya bahwa perhelatan perdana ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat.

“Antusiasme warga luar biasa. Melihat potensi ini, saya berharap kegiatan ini bisa berlanjut menjadi agenda rutin seperti Car Free Day (CFD) di masa mendatang,” ujar Iswanto saat meresmikan acara.

Tradisi Bertemu Inovasi: Dari Bubur Sumsum hingga QRIS
Pasar Takjil Sanggrahan tahun ini menawarkan pengalaman yang unik bagi pemburu takjil. Tidak hanya soal rasa, pasar ini menjadi jembatan antara nostalgia kuliner tradisional dan modernitas.

Ada tiga hal menonjol yang membuat bazar ini berbeda dari pasar kaget biasa:

  • Menu Nostalgia: Penjual menyediakan kuliner “langka” seperti bubur sumsum dan biji salak autentik yang menjadi obat rindu bagi pecinta makanan tradisional Tulungagungan.
  • Magnet Gen Z: Tersedia berbagai minuman fusion dan camilan kekinian yang tampilannya sangat Instagrammable, menarik minat anak muda untuk berkumpul.
  • Transaksi Digital: Uniknya, meski berlokasi di area persawahan, sebagian besar pedagang sudah mulai mengadopsi sistem pembayaran non-tunai atau QRIS, mempercepat transaksi di tengah kerumunan massa.

Lebih dari Sekadar Jual Beli
Bagi warga setempat, bazar yang akan berlangsung sebulan penuh hingga menjelang Idulfitri ini adalah ruang silaturahmi. Totok, salah satu peserta bazar, merasa ajang ini adalah panggung bagi UMKM untuk naik kelas. “Selain memutar roda ekonomi, di sinilah semangat kebersamaan itu terasa,” tuturnya.

Meski riuh, panitia tetap memprioritaskan kenyamanan dengan menyediakan titik sampah yang memadai dan pengawasan ketertiban di lokasi. Mengingat padatnya pengunjung, warga disarankan datang lebih awal untuk menghindari kemacetan sekaligus memastikan tidak kehabisan menu takjil incaran.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 148 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wagub Vasko Puji Semangat Gen Z Makmurkan Masjid

5 Maret 2026 - 10:16 WIB

Gubernur Mahyeldi Kejutan Sahur di Rumah Triplek Sawahlunto

5 Maret 2026 - 10:07 WIB

Pajak Air Permukaan: Modal Baru Pembangunan Dharmasraya Berkelanjutan

5 Maret 2026 - 05:08 WIB

Satu Gampong Satu Tahfidz: Investasi Langit Baitul Mal

5 Maret 2026 - 04:51 WIB

Smart Mosque: Saat Adat Minang Bertemu Teknologi AI

4 Maret 2026 - 22:44 WIB

Duta Desa Gen Z: Ubah Kampung Halaman Jadi Ladang Cuan

4 Maret 2026 - 21:39 WIB

Trending di RAGAM