Tulungagung, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Siapa sangka, jalanan tenang di tepian sawah Desa Sanggrahan kini berubah menjadi “ladang emas” bagi UMKM lokal. Kamis (19/2/2026) sore, kawasan Jogging Track Sanggrahan resmi bertransformasi menjadi pusat Bazar Kuliner Ramadan 2026 yang langsung diserbu ribuan pengunjung sejak hari pertama pembukaannya.
Fenomena ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi desa. Sebanyak 40 lapak kuliner berjejer rapi, menyulap akses area persawahan yang asri menjadi pasar takjil paling ikonik di Kecamatan Boyolangu. Kepala Desa Sanggrahan, Iswanto, menyatakan optimisme besarnya bahwa perhelatan perdana ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif masyarakat.
“Antusiasme warga luar biasa. Melihat potensi ini, saya berharap kegiatan ini bisa berlanjut menjadi agenda rutin seperti Car Free Day (CFD) di masa mendatang,” ujar Iswanto saat meresmikan acara.
Tradisi Bertemu Inovasi: Dari Bubur Sumsum hingga QRIS
Pasar Takjil Sanggrahan tahun ini menawarkan pengalaman yang unik bagi pemburu takjil. Tidak hanya soal rasa, pasar ini menjadi jembatan antara nostalgia kuliner tradisional dan modernitas.
Ada tiga hal menonjol yang membuat bazar ini berbeda dari pasar kaget biasa:
- Menu Nostalgia: Penjual menyediakan kuliner “langka” seperti bubur sumsum dan biji salak autentik yang menjadi obat rindu bagi pecinta makanan tradisional Tulungagungan.
- Magnet Gen Z: Tersedia berbagai minuman fusion dan camilan kekinian yang tampilannya sangat Instagrammable, menarik minat anak muda untuk berkumpul.
- Transaksi Digital: Uniknya, meski berlokasi di area persawahan, sebagian besar pedagang sudah mulai mengadopsi sistem pembayaran non-tunai atau QRIS, mempercepat transaksi di tengah kerumunan massa.
Lebih dari Sekadar Jual Beli
Bagi warga setempat, bazar yang akan berlangsung sebulan penuh hingga menjelang Idulfitri ini adalah ruang silaturahmi. Totok, salah satu peserta bazar, merasa ajang ini adalah panggung bagi UMKM untuk naik kelas. “Selain memutar roda ekonomi, di sinilah semangat kebersamaan itu terasa,” tuturnya.
Meski riuh, panitia tetap memprioritaskan kenyamanan dengan menyediakan titik sampah yang memadai dan pengawasan ketertiban di lokasi. Mengingat padatnya pengunjung, warga disarankan datang lebih awal untuk menghindari kemacetan sekaligus memastikan tidak kehabisan menu takjil incaran.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.