Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 23 Jun 2025 09:24 WIB ·

Sawah Pokok Murah: Inovasi Pertanian Sumbar Dilirik Nasional


					Sawah Pokok Murah: Inovasi Pertanian Sumbar Dilirik Nasional Perbesar

Agam [DESA MERDEKA] Panen padi dengan metode pertanian inovatif bernama Sawah Pokok Murah di Kabupaten Agam pada Sabtu (21/6/2025) menjadi sorotan utama kunjungan kerja Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar) Vasko Ruseimy bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediyati Haryadi atau akrab disapa Titiek Soeharto. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja mereka di Sumatera Barat yang berlangsung pada 20–22 Juni 2025.

Metode Sawah Pokok Murah merupakan sistem budidaya padi yang digagas oleh Joni, seorang inovator pertanian asal Sumatera Barat. Sistem ini menekankan efisiensi penggunaan lahan, benih, pupuk, pupuk, dan air, namun tetap mampu menghasilkan panen berlimpah. Pola tanam ini disebut “murah” karena menekan biaya produksi dan “pokok” karena fokus pada produktivitas berkelanjutan serta ketahanan terhadap gangguan iklim.

“Alhamdulillah kita ajak langsung Ibu Titiek untuk panen Sawah Pokok Murah. Insyaallah ini akan kita gagas secara nasional, berawal dari Sumatera Barat,” kata Vasko Ruseimy. Ia optimis bahwa semangat swasembada pangan yang pernah dicapai Indonesia pada tahun 1984 dapat kembali terwujud, dengan Sumatera Barat sebagai pelopornya.

Dalam dialog bersama petani, Vasko Ruseimy menggali alasan mengapa sebagian petani belum menerapkan metode Sawah Pokok Murah. Seorang petani menjelaskan bahwa sebagian masyarakat masih bersikap menunggu dan melihat hasil dari petani lain terlebih dahulu. Namun, ia memastikan bahwa metode ini telah terbukti berhasil dan tidak memiliki kendala berarti, selain kemauan petani itu sendiri.

Titiek Soeharto juga menyampaikan keyakinannya bahwa Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan dengan dukungan sistem pertanian yang tepat. “Untuk Sumatera Barat, bisa swasembada sendiri dengan dibantu oleh sistem Sawah Pokok Murah ini. Kalau berhasil, bisa dikembangkan ke daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut baik perhatian dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Badan Karantina Nasional, serta Komisi IV DPR RI. Kehadiran mereka dianggap sebagai momentum penting untuk mempercepat penguatan sektor pertanian yang berbasis pada kearifan lokal dan efisiensi.

Selama kunjungan tiga hari tersebut, rombongan Komisi IV DPR RI juga mengikuti sejumlah agenda lain, seperti pembukaan Gelar Karya: Festival dan Expo KUPS di Lembah Harau, serta peninjauan Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan di Bukittinggi. Seluruh kegiatan ini difokuskan pada penguatan sektor pangan, konservasi, dan ketahanan sumber daya alam di Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK