Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 6 Jan 2026 00:33 WIB ·

Satu Abad BRI Jadi Mesin Utama Bangun Desa


					Satu Abad BRI Jadi Mesin Utama Bangun Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Membangun desa bukan sekadar membangun jalan, melainkan soal mengatur manajerial dan arus finansial yang presisi. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah ujung tombak strategis untuk mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari bawah.

Dalam audiensi di Tower BRI 1, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026), Yandri menyebut kolaborasi ini sebagai langkah “ekstra” yang harus dilakukan. Menurutnya, Kemendes tidak bisa bekerja sendiri tanpa sokongan lembaga keuangan yang memiliki rekam jejak panjang dan jaringan hingga pelosok.

“BRI adalah Bank Himbara yang usianya lebih dari seratus tahun. Kiprahnya teruji, relasi dan jaringannya paling luas. Untuk membangun desa, semua perlu manajerial finansial yang kuat,” ujar menteri asal Bengkulu Selatan tersebut.

Bukan Sekadar Penyalur Kredit
Sudut pandang unik dari kerja sama ini bukan hanya soal bagi-bagi bantuan sosial atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). BRI diposisikan sebagai fondasi inklusi ekonomi yang berkeadilan. Kehadiran bank ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) dan UMKM agar memiliki standar manajerial kelas dunia.

Selain fokus pada ekonomi mikro, BRI tetap konsisten dalam pembiayaan infrastruktur besar seperti jalan tol dan pembangkit listrik. Sinergi ini menciptakan keseimbangan: infrastruktur besar dibangun untuk konektivitas, sementara ekonomi desa diperkuat agar warga bisa memanfaatkan konektivitas tersebut.

Digitalisasi dan Pendampingan Akar Rumput
Direktur Utama Bank BRI, Hery Gunardy, merespons tantangan tersebut dengan memaparkan fakta bahwa agen BRI kini telah menjangkau lebih dari 80% desa di seluruh Indonesia. BRI tidak lagi sekadar kantor cabang fisik, melainkan ekosistem hybrid yang menggabungkan layanan konvensional dan digital.

“Kami fokus pada program inkubasi desa. Ada pelatihan potensi lokal dan penguatan ekosistem digital agar BUM Desa memiliki produk layanan yang komprehensif dan sesuai kebutuhan pasar saat ini,” jelas Hery.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan ekonomi nasional tahun 2026 akan bertumpu pada modernisasi desa. Dengan infrastruktur perbankan yang matang, desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.

Dalam agenda ini, Mendes Yandri didampingi jajaran eselon I Kemendes PDT, termasuk Sekjen Taufik Madjid dan para Direktur Jenderal, guna memastikan teknis kolaborasi dapat segera diimplementasikan di lapangan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gaya Incognito Wapres Gibran: Tinjau Banjir Tambun Utara Tanpa Seremonial

19 Januari 2026 - 18:17 WIB

Sulteng Bidik Kedaulatan Digital, 606 Desa Segera Merdeka Sinyal

19 Januari 2026 - 15:23 WIB

Rekor 18 Hari: Sumatera Barat Tercepat Pulihkan Luka Bencana

16 Januari 2026 - 18:30 WIB

Sumatera Barat Juara Pancasila, Bukti Adat dan Ideologi Selaras

16 Januari 2026 - 16:07 WIB

Sumbar Jadi Kiblat Nasional, Borong Penghargaan Desa Terbaik 2026

16 Januari 2026 - 10:46 WIB

Wajah Baru Desa Indonesia: Dari Ekspor Hingga E-Sports

16 Januari 2026 - 00:10 WIB

Trending di PEMERINTAHAN