Jakarta [DESA MERDEKA] – Membangun desa bukan sekadar membangun jalan, melainkan soal mengatur manajerial dan arus finansial yang presisi. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah ujung tombak strategis untuk mewujudkan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari bawah.
Dalam audiensi di Tower BRI 1, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026), Yandri menyebut kolaborasi ini sebagai langkah “ekstra” yang harus dilakukan. Menurutnya, Kemendes tidak bisa bekerja sendiri tanpa sokongan lembaga keuangan yang memiliki rekam jejak panjang dan jaringan hingga pelosok.
“BRI adalah Bank Himbara yang usianya lebih dari seratus tahun. Kiprahnya teruji, relasi dan jaringannya paling luas. Untuk membangun desa, semua perlu manajerial finansial yang kuat,” ujar menteri asal Bengkulu Selatan tersebut.

Bukan Sekadar Penyalur Kredit
Sudut pandang unik dari kerja sama ini bukan hanya soal bagi-bagi bantuan sosial atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). BRI diposisikan sebagai fondasi inklusi ekonomi yang berkeadilan. Kehadiran bank ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) dan UMKM agar memiliki standar manajerial kelas dunia.
Selain fokus pada ekonomi mikro, BRI tetap konsisten dalam pembiayaan infrastruktur besar seperti jalan tol dan pembangkit listrik. Sinergi ini menciptakan keseimbangan: infrastruktur besar dibangun untuk konektivitas, sementara ekonomi desa diperkuat agar warga bisa memanfaatkan konektivitas tersebut.

Digitalisasi dan Pendampingan Akar Rumput
Direktur Utama Bank BRI, Hery Gunardy, merespons tantangan tersebut dengan memaparkan fakta bahwa agen BRI kini telah menjangkau lebih dari 80% desa di seluruh Indonesia. BRI tidak lagi sekadar kantor cabang fisik, melainkan ekosistem hybrid yang menggabungkan layanan konvensional dan digital.
“Kami fokus pada program inkubasi desa. Ada pelatihan potensi lokal dan penguatan ekosistem digital agar BUM Desa memiliki produk layanan yang komprehensif dan sesuai kebutuhan pasar saat ini,” jelas Hery.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa percepatan ekonomi nasional tahun 2026 akan bertumpu pada modernisasi desa. Dengan infrastruktur perbankan yang matang, desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
Dalam agenda ini, Mendes Yandri didampingi jajaran eselon I Kemendes PDT, termasuk Sekjen Taufik Madjid dan para Direktur Jenderal, guna memastikan teknis kolaborasi dapat segera diimplementasikan di lapangan.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.