Dedikasi Yayasan Cielok Fatimah Ahmad untuk Pendidikan Gratis di Padang
Padang [DESA MERDEKA] – Yayasan Cielok Fatimah Ahmad secara resmi menghadirkan solusi pendidikan spiritual bagi masyarakat Kecamatan Padang Utara melalui peresmian Rumah Tahfiz Al Barra. Berlokasi di Jalan Paus No. 18, Kelurahan Ulak Karang Utara, lembaga ini mengusung misi mulia dengan memberikan seluruh layanan pendidikan Al-Qur’an secara gratis tanpa pungutan biaya.
Acara peresmian yang berlangsung khidmat pada Minggu (21/12/2025) ini dihadiri oleh sekitar 150 tamu undangan. Lurah Ulak Karang Utara, Saringat S.Pd, MM., meresmikan langsung fasilitas tersebut yang ditandai dengan pembacaan doa bersama dipimpin oleh Abah Nur Kalam. Kehadiran rumah tahfiz ini diproyeksikan menjadi pusat pembentukan karakter islami bagi warga sekitar.
Ketua Yayasan Cielok Fatimah Ahmad, Prof. Dr. Ir. Hidrayani, MSc, mengungkapkan bahwa meski seremonial baru saja digelar, denyut aktivitas pembelajaran sebenarnya telah dimulai sejak 1 Oktober 2025. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 30 siswa tingkat SD dan SMP telah terdaftar dan terbagi ke dalam empat kelas tahfiz aktif.
Menariknya, sasaran pendidikan di Rumah Tahfiz Al Barra tidak terbatas pada usia sekolah saja. Yayasan juga memfasilitasi kaum ibu melalui dua program unggulan, yakni kelas Tahsin untuk memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an serta kelas “Ngaji Diri” yang berfokus pada pendalaman kualitas ibadah salat dan amalan harian.
Mengenai sistem pembiayaan, Prof. Hidrayani menegaskan bahwa seluruh biaya operasional dan honorarium tenaga pengajar sepenuhnya ditanggung oleh pihak yayasan dan para donatur. Hal ini dilakukan agar faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mempelajari kitab suci.
“Kami sangat terbuka dan mengetuk hati para dermawan yang ingin berkontribusi menjadi donatur tetap guna memastikan kelancaran proses belajar mengajar di sini,” tutur Prof. Hidrayani dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa target utama lembaga ini bukan sekadar melahirkan penghafal Al-Qur’an (Hafiz), melainkan mencetak generasi yang memiliki etika dan adab yang luhur. Kurikulum yang diterapkan sengaja menyisipkan pelajaran etika agar para santri mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari di tengah masyarakat.
Dengan hadirnya Rumah Tahfiz Al Barra, diharapkan tercipta keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual bagi generasi muda di Kota Padang, sekaligus memperkuat syiar dakwah di tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.