Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 27 Des 2023 15:51 WIB ·

RPJMDes Bantaeng: Jadikan Desa Wisata Sebagai Mesin Uang Baru


					RPJMDes Bantaeng: Jadikan Desa Wisata Sebagai Mesin Uang Baru Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Pemerintah Kabupaten Bantaeng melakukan langkah berani dalam menyusun cetak biru ekonomi pedesaan untuk enam tahun ke depan. Dinas Pariwisata Bantaeng kini mewajibkan 25 Kepala Desa terpilih untuk tidak sekadar memimpin, tetapi juga menjadi “direktur kreatif” dengan memasukkan sektor kepariwisataan ke dalam Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Kepala Dinas Pariwisata Bantaeng, Harmoni, menegaskan bahwa desa wisata bukan lagi sekadar tren keindahan alam, melainkan solusi konkret untuk menciptakan lapangan kerja dan penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Integrasi visi-misi kepala desa ke dalam dokumen RPJMDes menjadi syarat mutlak agar program pengembangan wisata memiliki landasan hukum dan anggaran yang jelas.

“Kita butuh kolaborasi dan sinergitas. Desa wisata adalah jawaban untuk kesejahteraan warga selama enam tahun ke depan, tentu dengan menyesuaikan potensi unik masing-masing desa,” ujar Harmoni di hadapan Tim 11 penyusun RPJMDes di Desa Bonto-Bontoa, Rabu (27/12/2023).

Membedah Visi: Dari Religi Hingga Mata Air Abadi

Dalam pertemuan strategis tersebut, Dinas Pariwisata bersama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) P3MD Bantaeng, Ramlan, membedah langsung dokumen visi-misi Kepala Desa Bonto-Bontoa, H. Syamsuddin. Sudut pandang yang diambil adalah bagaimana aset desa yang selama ini dianggap biasa, diubah menjadi nilai jual pariwisata. Desa Bonto-Bontoa sendiri menyimpan “harta karun” berupa potensi wisata religi melalui keberadaan pondok pesantren. Selain itu, terdapat kekayaan alam unik berupa mata air Salu’ Lompoa dan Salu Baraniya yang diklaim tidak pernah kering meski musim kemarau melanda. “Kami butuh saran dari lembaga terkait agar potensi ini berdampak langsung pada kesejahteraan warga. Bukan hanya soal wisata, tapi sektor lain yang saling mendukung,” ungkap H. Syamsuddin.

Kuliner Lokal Sebagai Daya Tarik Pendukung

Potensi Bantaeng tidak hanya berhenti pada lanskap alam. Kekuatan kuliner tradisional seperti Nasi Jaha (beras ketan dalam bambu bakar), Gogos, dan Pipi yang disajikan dengan ikan masak bumbu garam kunyit, dinilai menjadi daya tarik pelengkap yang mampu menghidupkan pasar tradisional dan UMKM lokal. Proses penyusunan rancangan RPJMDes ini akan difinalisasi melalui bimbingan teknis (Bimtek) pada 29 hingga 31 Desember 2023. Langkah ini diharapkan menjadi awal transformasi desa-desa di Bantaeng dari wilayah administratif biasa menjadi destinasi wisata mandiri yang berdaya saing.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 75 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Sanksi Menanti Tiga Kades Malaka Akibat Dana Desa Macet

25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Sumatera Barat Jadi Laboratorium Nasional Penanganan Bencana Terpadu

24 Februari 2026 - 09:42 WIB

Akses Keadilan Menembus Desa: Kolaborasi Hukum Terbesar di NTT

21 Februari 2026 - 20:08 WIB

Trending di PEMERINTAHAN