Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KABAR PUSAT · 16 Feb 2026 12:06 WIB ·

RPDN Minta Presiden Prabowo Tak Lukai Desa dan Klarifikasi Data Dana Desa


					RPDN Minta Presiden Prabowo Tak Lukai Desa dan Klarifikasi Data Dana Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Pimpinan Pusat Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara (RPDN) meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk tidak menggeneralisasi persoalan pengelolaan Dana Desa dan menyampaikan klarifikasi atau permintaan maaf kepada desa-desa di seluruh Indonesia. Permintaan itu disampaikan melalui surat resmi tertanggal 16 Februari 2026 yang ditandatangani Ketua Umum RPDN, Suryokoco Suryoputro .

Dalam surat tersebut, RPDN menanggapi pernyataan Presiden yang menyebutkan bahwa “banyak anggaran dana desa yang tidak sampai ke rakyat selama 10 tahun terakhir”. Menurut RPDN, pernyataan itu menimbulkan kegelisahan di kalangan kepala desa, perangkat desa, pendamping, serta masyarakat desa karena dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan .

RPDN menyampaikan delapan poin klarifikasi berbasis data. Pertama, proporsi kepala desa yang tersangkut kasus korupsi disebut rata-rata sekitar 0,13 persen per tahun, sehingga lebih dari 99 persen kepala desa dinilai bekerja tanpa kasus hukum setiap tahunnya . Kedua, nilai Dana Desa yang tersalurkan dan dimanfaatkan masyarakat disebut jauh lebih besar dibandingkan nilai yang disalahgunakan .

Ketiga, lebih dari 50 persen Dana Desa dalam beberapa tahun terakhir dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan sarana ekonomi desa. Sisanya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan, dan kebutuhan mendesak . Keempat, hasil pembangunan fisik disebut nyata dan terukur, mulai dari ratusan ribu kilometer jalan desa, jutaan meter jembatan, puluhan ribu pasar desa, ribuan embung dan jaringan irigasi, hingga fasilitas air bersih dan sanitasi yang dirasakan langsung warga .

Kelima, RPDN menyebut ketimpangan pendapatan di perdesaan cenderung menurun dan relatif lebih rendah dibanding wilayah perkotaan. Keenam, desa dengan tingkat kemandirian lebih tinggi berkorelasi dengan penurunan angka kemiskinan .

Ketujuh, program BLT Dana Desa saat pandemi dinilai langsung menyentuh rumah tangga miskin dan banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan, kesehatan, serta pendidikan . Kedelapan, lebih dari 95 persen desa disebut telah mengumumkan APBDes melalui musyawarah desa dan papan informasi publik sebagai bentuk transparansi .

RPDN menegaskan, jika terdapat kekeliruan data yang sampai kepada Presiden, koreksi dinilai sebagai sikap kenegarawanan. Organisasi tersebut berharap pemerintah tetap berdiri bersama desa dan tidak membangun stigma kolektif terhadap pengelolaan Dana Desa .

Surat itu ditutup dengan harapan agar polemik tersebut menjadi momentum penguatan kebijakan berbasis data yang adil dan proporsional demi menjaga martabat desa sebagai fondasi republik .

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KTP Fisik Tetap Sah: Nafas Lega Bagi Administrasi Desa

12 Mei 2026 - 12:15 WIB

Menteri ESDM Serahkan Satyalancana untuk Pegawai PLN Berprestasi

8 Mei 2026 - 20:07 WIB

Dana Desa Dipangkas 58 Persen, Ekonomi Kerakyatan Terancam Lumpuh

17 Februari 2026 - 16:27 WIB

Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU, Presiden Prabowo Perkuat Sinergi Ulama dan Negara

8 Februari 2026 - 21:08 WIB

Dana Desa Kini Boleh Dipakai Bangun Rumah Korban Bencana

27 Januari 2026 - 20:40 WIB

Jadi Auditor Desa: Warga Kini Punya Kuasa Lapor Penyelewengan

27 Januari 2026 - 20:22 WIB

Trending di KABAR PUSAT