Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membangun jembatan-jembatan desa di seluruh pelosok Indonesia serta memimpin pemerintahan yang bersih dan antikorupsi. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia yang digelar di Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (6/1/2026).
Dalam taklimat tersebut, Presiden Prabowo membuka acara dengan menayangkan video perkembangan Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada minggu pertama tahun 2026. Satgas tersebut dibentuk untuk membangun jembatan, khususnya jembatan gantung, di daerah-daerah terpencil dan wilayah rawan bencana yang selama ini menyulitkan akses masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Presiden mengungkapkan, masih terdapat sekitar 300.000 titik penyeberangan sungai di Indonesia yang setiap hari harus dilalui masyarakat tanpa sarana penghubung yang aman. Kondisi ini membuat banyak anak mempertaruhkan keselamatan mereka hanya untuk bersekolah, dengan pakaian basah saat tiba di ruang kelas.
“Anak-anak kita tidak boleh lagi mempertaruhkan nyawa untuk sekolah. Karena itu saya bentuk Satgas khusus untuk merancang dan membangun jembatan-jembatan ini, dan saya minta diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya,” tegas Presiden Prabowo.
Dalam video yang ditayangkan, warga dari sejumlah desa menyampaikan rasa terima kasih atas pembangunan jembatan yang telah membantu kelancaran aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke kebun, mengakses tempat rekreasi, hingga anak-anak yang kini dapat berangkat sekolah dengan aman tanpa harus menyeberangi sungai.
Selain infrastruktur, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, termasuk pangan bergizi bagi anak-anak. Ia menyatakan, seluruh program tersebut hanya dapat berjalan apabila pemerintah dijalankan secara bersih, bebas korupsi, dan mampu menyelamatkan kekayaan negara untuk kepentingan rakyat.
“Saya tidak akan ragu-ragu membela kepentingan rakyat Indonesia. Saya siap berjuang sepenuhnya demi bangsa dan rakyat,” ujar Presiden di hadapan peserta taklimat.
Presiden menutup sambutannya dengan ajakan persatuan dan keyakinan bahwa tindakan nyata yang cepat sangat dibutuhkan, terutama bagi rakyat paling miskin dan paling rentan. Menurutnya, mereka tidak bisa menunggu janji, melainkan membutuhkan aksi langsung yang berpihak kepada kehidupan mereka sehari-hari.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.