Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RILIS · 16 Agu 2026 13:45 WIB ·

Refleksi Kemerdekaan RI: Dorong Ruang Publik & UMKM Perempuan Desa


					Refleksi Kemerdekaan RI: Dorong Ruang Publik & UMKM Perempuan Desa Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Paramadina menggelar webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” pada 14 Agustus 2026. Forum ini menyoroti pentingnya membuka ruang strategis bagi perempuan, terutama sebagai motor penggerak ekonomi keluarga dan UMKM di tingkat akar rumput.

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, menegaskan bahwa ukuran kemerdekaan sejati adalah sejauh mana perempuan diberi ruang di ranah publik. Saat ini, perempuan bukan lagi sekadar penopang urusan domestik rumah tangga.

“Perempuan telah menjadi penggerak UMKM dan motor ketahanan ekonomi keluarga. Keterlibatan mereka membawa perspektif yang lebih inklusif dan berkeadilan,” ujar Iin.

Namun, tantangan nyata masih dihadapi oleh kaum perempuan di berbagai daerah. Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Dr. Rini Sudarmanti, mempertanyakan kebebasan ruang publik tersebut. Ia melihat partisipasi perempuan jamak di dunia pendidikan, namun mendadak hilang saat masuk ke wilayah penentu kebijakan.

Kesenjangan Politik dan Ekonomi yang Harus Dipangkas
Senada dengan hal itu, Dr. Prima Naomi membeberkan data bahwa pekerjaan rumah terbesar Indonesia berada pada kesenjangan pemberdayaan politik dan peluang ekonomi bagi perempuan. Hal ini berbanding lurus dengan perlunya dorongan keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan dari tingkat pusat hingga desa.

Tia Rahmania, M.Psi., menilai keterlibatan perempuan dalam politik akan melahirkan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan riil masyarakat. “Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang memberikan ruang bagi perempuan untuk dipilih dan memimpin,” tegasnya.

Membangun Mental dan Karakter Industri Masa Depan
Kemerdekaan perempuan juga harus dimulai dari dalam luar. Dari sisi psikologis, Dr. Fatchiah E. Kertamuda mengingatkan pentingnya rasa percaya diri, dukungan keluarga, dan kesejahteraan mental bagi perempuan agar mampu berdaya di masyarakat.

Sementara di sektor industri kreatif, Hendriana Werdaningsih, Ph.D., melihat peluang besar bagi perempuan melalui konsep craftsmanship (keahlian kriya), teknologi, dan kolaborasi komunitas lokal. Karakter perempuan yang telaten dinilai menjadi napas bagi industri masa depan yang lebih manusiawi.

Webinar yang dimoderatori oleh Kenita Putri ini juga dilengkapi perspektif sejarah diplomasi oleh Dr. Peni Hanggarini. Diskusi ini menyimpulkan bahwa merdeka bukan sekadar bebas dari penjajah, tetapi tentang kesamaan kesempatan bagi perempuan untuk memimpin, mandiri secara ekonomi, dan ikut membangun bangsa dari wilayah terkecil.

Melalui catatan refleksi ini, Universitas Paramadina mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ruang gerak kaum perempuan demi mewujudkan Indonesia yang inklusif dan berkeadilan dari kota hingga ke desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Suara Desa di International Poster Biennale Universitas Paramadina

1 Agustus 2026 - 10:07 WIB

Warung Desa Dikepung Hoaks Deepfake, Warga Diminta Waspada

31 Juli 2026 - 13:11 WIB

Menatap Masa Depan Pendidikan Tinggi yang Berkeadilan

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Trending di RILIS