Bacan Selatan, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] – Di tengah tren politik yang kerap identik dengan pesta pora, DPC Partai Hanura Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) memilih arah berbeda dalam merayakan hari jadinya. Menandai usia ke-19 pada 8 Januari 2026, partai ini melakukan “rebranding” makna perayaan dengan fokus total pada pemberdayaan kelompok rentan dan aksi kemanusiaan.
Alih-alih menggelar konvoi atau seremoni mewah, pengurus partai justru mengundang penyandang disabilitas dan anak yatim piatu ke Sekretariat DPC di Desa Tembal, Bacan Selatan. Langkah ini diambil sebagai manifestasi filosofi “Hati Nurani” agar tidak sekadar menjadi jargon politik, melainkan aksi konkret yang menyentuh akar rumput.
Politik Berbasis Tanggung Jawab Moral
Ketua DPC Partai Hanura Halsel, Alim R. Adam, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat. Menurutnya, partai politik memiliki kewajiban moral untuk hadir sebagai jaring pengaman sosial bagi warga yang membutuhkan.
“Kami ingin kehadiran Hanura benar-benar dirasakan manfaatnya. Ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan tanggung jawab moral kami sebagai jembatan aspirasi rakyat,” jelas Alim di sela kegiatan sosial tersebut.
Bukan Sekadar Kerja Elektoral
Sudut pandang menarik dari gerakan ini adalah komitmen jangka panjangnya. Hanura Halsel menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan strategi musiman menjelang pemilu. Santunan anak yatim kini telah dipatenkan menjadi agenda wajib dalam setiap kegiatan besar partai di masa depan.
Menyambut bulan suci Ramadhan yang segera tiba, Alim memastikan intensitas kegiatan sosial akan meningkat di seluruh wilayah Halmahera Selatan. Partai ini berambisi mengubah stigma mesin partai yang biasanya hanya “panas” saat musim kampanye menjadi mesin sosial yang aktif memberikan solusi harian bagi problematika warga di Bumi Saruma.
Refleksi Spiritual dan Soliditas
Peringatan HUT ke-19 ini ditutup dengan doa bersama pada Kamis malam (8/01/2026) di Desa Tembal. Acara yang dihadiri badan syarak dan imam desa setempat ini menjadi momen refleksi internal bagi para kader. Fokus utamanya adalah memperkuat soliditas organisasi untuk menjadi perpanjangan tangan rakyat yang lebih tangguh.
Dengan gaya politik yang lebih humanis, Hanura Halsel mencoba membuktikan bahwa cara terbaik memenangkan hati konstituen adalah dengan memanusiakan manusia, sebuah langkah strategis yang jauh lebih bermakna daripada sekadar baliho di jalanan.
Kegiatan doa bersama ini menjadi sarana refleksi bagi seluruh kader untuk memperkuat soliditas internal. Dengan itikad yang baik, Partai Hanura berharap dapat terus menjadi garda terdepan serta menjadi roda perpanjangan aspirasi rakyat di Bumi Saruma. Semangat HUT ke-19 ini diharapkan menjadi energi baru bagi Hanura untuk memenangkan hati rakyat melalui aksi-aksi nyata yang menyentuh akar rumput.(*)

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.