Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Desa Pujon Kidul di Malang, Jawa Timur, menunjukkan komitmennya dalam memajukan diri melalui teknologi. Mereka sadar betul betapa pentingnya pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) untuk meningkatkan keakuratan data kependudukan. Bahkan, desa ini telah mengembangkan aplikasi khusus bernama Sistem Informasi Elektronik Desa. Aplikasi ini merangkum beragam informasi vital, mulai dari data kependudukan hingga potensi-potensi unggulan desa.
Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan inisiatif dari desa sendiri. “Seluruh anggaran tercatat transparan di aplikasi ini,” katanya kepada Antara di Pujon Kidul, Senin. Lebih dari itu, masyarakat juga aktif dilibatkan dalam pembangunan desa melalui penginputan data kependudukan secara real-time.
Untuk mengakses informasi tersebut, warga Pujon Kidul cukup mengunjungi laman sie.pujonkidul.desa.id. Di sana, tersedia berbagai informasi penting. Mulai dari potensi Desa Wisata Pujon Kidul yang terkenal, produk-produk hukum desa, perkembangan pembangunan, produk-produk unggulan desa, data kependudukan yang akurat, informasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sektor pertanian, hingga data kesehatan masyarakat.
Sebagai contoh konkret, laman tersebut menyajikan informasi kesehatan warga Pujon Kidul secara real-time. Tercatat ada 4.436 penduduk dalam kondisi sehat, 54 penduduk yang sedang sakit, serta 20 ibu hamil. Pencatatan yang selalu diperbarui ini berkat peran aktif kader TI di setiap Rukun Tetangga (RT). Setidaknya, terdapat dua kader TI yang bertugas menginput data melalui aplikasi berbasis Android.

“Jadi, ketika ada ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan, informasinya akan langsung muncul di aplikasi. Kami bisa segera mengetahuinya, dan Pemerintah Desa dapat dengan cepat melakukan intervensi,” ujar Udi.
Selain memudahkan akses informasi, Sistem Informasi Elektronik Desa ini juga mendorong transparansi anggaran. Harapannya, transparansi ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa, terutama dalam pengelolaan keuangan. Terlebih lagi, pada tahun 2018, Desa Pujon Kidul menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp847 juta dari pemerintah pusat.
Udi menjelaskan bahwa sistem tersebut memuat detail Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes),
Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), sumber Dana Desa, serta Alokasi Dana Desa (ADD) secara transparan. “Semuanya tercatat jelas di sistem. Serapan anggaran berapa, digunakan untuk apa saja, semuanya bisa dilihat,” tegas Udi.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Desa Pujon Kidul juga berencana meluncurkan radio desa. Radio ini akan berfungsi sebagai sarana penyebarluasan informasi terkait pembangunan desa. Rencananya, pengeras suara akan dipasang di berbagai titik strategis agar seluruh masyarakat dapat memperoleh informasi terkini seputar desa.
Dengan adanya radio desa ini, masyarakat Pujon Kidul yang mungkin belum familiar dengan penggunaan Sistem Informasi Elektronik Desa berbasis Android tetap dapat mengakses informasi penting. Selain itu, radio desa juga akan mempermudah penyuluhan bagi warga.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.