Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 25 Apr 2025 19:24 WIB ·

Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina)


					Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) Perbesar

Banyuasin [DESA MERDEKA] –  23 April 2025 – Pada hari ini, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, meluncurkan program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Gerina merupakan program ambisius yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya menanam tanaman pangan, baik di lahan besar maupun pekarangan rumah. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, Gerina diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam menciptakan kemandirian pangan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Gerina sebagai Jawaban Ketahanan Pangan

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa ketahanan pangan adalah salah satu aspek paling penting dalam menjaga kedaulatan negara dan mencapai Indonesia Emas 2045. Ketergantungan pada pangan impor, menurut beliau, harus segera dihentikan, dan Indonesia harus berusaha memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. “Kita tidak bisa terus-menerus tergantung pada pasokan pangan dari luar negeri. Oleh karena itu, kita harus segera mencapainya dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tegas Prabowo dalam peluncuran program Gerina.

Ketahanan pangan yang kokoh akan menjadi landasan yang kuat bagi Indonesia untuk terus maju dalam berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga sektor sosial. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pangan sebagai kebutuhan dasar yang harus dikelola secara mandiri. Salah satu elemen penting dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah memastikan produksi pangan yang mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia dengan cara yang berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Pilar Utama Program Gerina

Program Gerina tidak hanya bertujuan untuk menanam lebih banyak tanaman pangan, tetapi juga untuk memperkuat koperasi desa sebagai pilar utama dalam menciptakan keberlanjutan ekonomi di tingkat lokal. Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, koperasi desa memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung distribusi hasil pertanian, memastikan akses pasar yang adil bagi petani, serta menyediakan fasilitas yang diperlukan untuk mengolah dan memasarkan hasil pertanian.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi desa akan menjadi ujung tombak dari Gerina, karena koperasi dapat membantu petani dalam mengelola hasil panen mereka dengan lebih efisien. “Koperasi desa adalah kunci untuk menjaga hasil pertanian agar tetap aman dan dapat dipasarkan dengan harga yang menguntungkan bagi petani,” ujar Prabowo.

Melalui penguatan koperasi desa, Gerina juga bertujuan untuk menciptakan infrastruktur yang memadai untuk penyimpanan hasil pertanian. Dengan adanya gudang penyimpanan yang cukup di setiap desa, hasil pertanian dapat disimpan dengan baik dan terhindar dari kerusakan yang disebabkan oleh keterbatasan fasilitas penyimpanan.

Selain itu, koperasi desa juga diharapkan dapat membantu dalam memperkenalkan teknologi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mendukung inisiatif-inisiatif inovatif yang dapat meningkatkan hasil pertanian. Melalui kerja sama yang erat antara petani, koperasi, dan pemerintah, Gerina diharapkan dapat mempercepat tercapainya swasembada pangan di seluruh Indonesia.

Inovasi Pertanian: Pertanian Vertikal dan Padi Terapung

Salah satu aspek penting dalam Gerina adalah penerapan inovasi teknologi pertanian. Program ini tidak hanya mengandalkan pertanian konvensional, tetapi juga mendorong penerapan teknologi modern yang dapat meningkatkan produktivitas pangan secara signifikan. Salah satu inovasi yang diusung dalam program ini adalah pertanian vertikal, yaitu metode bertanam dengan sistem bertingkat yang memungkinkan pemanfaatan lahan secara maksimal, terutama di perkotaan yang memiliki keterbatasan ruang.

Pertanian vertikal ini juga diharapkan dapat mengatasi masalah keterbatasan lahan pertanian, terutama di daerah perkotaan yang semakin padat. Selain itu, teknologi ini dilengkapi dengan sistem energi terbarukan seperti panel surya, yang dapat memastikan keberlanjutan dalam operasional pertanian.

Gerina juga mengembangkan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, seperti padi terapung. Teknologi ini dapat mengolah lahan rawa yang sebelumnya dianggap tidak produktif menjadi lahan yang dapat menghasilkan tanaman pangan yang menguntungkan. Padi terapung memungkinkan penanaman padi di atas permukaan air, yang mengubah lahan rawa menjadi area pertanian yang subur. Inovasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi daerah-daerah dengan kondisi lahan yang sulit untuk digunakan dalam pertanian konvensional.

Kolaborasi Multisektor untuk Ketahanan Pangan

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Gerina bukan hanya program dari pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi antara berbagai sektor di Indonesia. Pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan sektor swasta harus bergotong royong untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang berkelanjutan. “Program Gerina ini harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, karena tanpa kerja sama, kita tidak akan bisa mencapainya,” ungkap Presiden.

Dalam hal ini, pemerintah tidak hanya bertanggung jawab dalam menyediakan kebijakan dan dukungan finansial, tetapi juga harus menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya ketahanan pangan. Salah satu contoh nyata dari kolaborasi ini adalah pemberian bantuan teknis kepada petani melalui penyuluhan pertanian dan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola lahan dan hasil pertanian.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gerina

Gerina juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, terutama petani dan masyarakat desa, dengan memberikan akses terhadap teknologi pertanian dan pasar. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa, dengan menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat perekonomian lokal.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat desa melalui program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka, seperti pengembangan koperasi desa, penyediaan fasilitas penyimpanan, dan distribusi hasil pertanian. Dengan memperkuat ekonomi desa, Gerina diharapkan dapat mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan.

Menuju Indonesia Emas 2045: Swasembada Pangan sebagai Pilar Utama

Gerina bukan hanya sekadar program ketahanan pangan, tetapi juga bagian dari upaya besar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dalam visi Indonesia Emas 2045, Indonesia diharapkan menjadi negara yang kuat, mandiri, dan mampu bersaing di kancah global. Salah satu aspek penting dalam mencapai visi tersebut adalah ketahanan pangan yang kokoh.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa untuk mencapai Indonesia Emas 2045, Indonesia harus memastikan bahwa setiap provinsi, kabupaten, dan desa dapat mencapai swasembada pangan. “Jika setiap desa bisa swasembada pangan, maka Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan mandiri,” ujarnya. Oleh karena itu, Gerina menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia di masa depan.

Program Gerina yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 23 April 2025 merupakan sebuah inisiatif besar untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, Gerina diharapkan dapat mencapai swasembada pangan dan memperkuat perekonomian lokal. Dengan mengandalkan inovasi dalam teknologi pertanian, penguatan koperasi desa, dan pemberdayaan masyarakat, program ini menjadi landasan yang kokoh dalam mencapai Indonesia Emas 2045.

Gerina adalah bukti nyata bahwa dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Indonesia dapat mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Program ini bukan hanya soal menanam, tetapi juga soal membangun kesadaran dan kolaborasi yang dapat membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. Dengan Gerina, Indonesia siap untuk menjadi lumbung pangan dunia dan mencapai kemandirian yang kokoh.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN