Lampung Selatan, Lampung [DESA MERDEKA] – Membangun kepemimpinan tidak harus di dalam ruang kelas. Sebanyak 56 anggota Pramuka UIN Raden Intan Lampung (RIL) membuktikannya dengan terjun langsung hidup bersama warga di Desa Margodadi, Jati Agung. Melalui program Galang Kebersamaan dan Silaturahmi (GALAKSI) ke-IX, mereka menanggalkan status mahasiswa untuk menjadi bagian dari keluarga pedesaan selama tiga hari, 7–9 Maret 2026.
Kegiatan yang sudah berjalan selama sembilan tahun ini memiliki konsep unik: peserta tinggal di rumah warga yang menjadi “induk semang”. Di sana, mereka tidak hanya menginap, tetapi juga menyelami denyut nadi kehidupan masyarakat desa, mulai dari memasak menu buka puasa sendiri hingga mengabdi lewat berbagai aksi sosial.

Lebih dari Sekadar Bakti Sosial
Bakti Pramuka Pandega ini diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Selama kegiatan, peserta menyalurkan 50 paket sembako, memberikan santunan kepada 15 anak yatim, hingga menggelar lomba bertema Ramadan untuk anak-anak desa. Tak lupa, aksi bersih-bersih rumah ibadah dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas publik.
Pembina UKM Pramuka UIN RIL, Dr. Rita Wati, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah implementasi dari Tri Bina Pramuka: bina diri, bina satuan, dan bina masyarakat. “Adik-adik Pramuka Pandega diharapkan menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu memahami dan menggerakkan masyarakat di lapangan,” ujarnya.
Kemandirian dan Kedekatan Emosional
Salah satu poin menarik dari program GALAKSI adalah kemandirian finansialnya. Seluruh kegiatan didanai secara mandiri melalui iuran pembina, purna Racana, dan anggota aktif. Hal ini menunjukkan dedikasi tinggi organisasi untuk tetap berkontribusi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran kampus.
Kepala Desa Margodadi, Noven, menyambut hangat kehadiran para mahasiswa ini. Menurutnya, interaksi langsung antara mahasiswa dan warga menciptakan kedekatan emosional yang positif. Momen buka puasa bersama di masjid desa menjadi puncak silaturahmi, di mana sekat antara akademisi dan rakyat jelata melebur dalam kebersamaan di meja makan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.