Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Setelah sekian lama tertunda, Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Barat (Porprov Sumbar) resmi dijadwalkan kembali pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Menariknya, ajang ini tidak lagi memusatkan beban pada satu daerah, melainkan mengusung konsep “Tuan Rumah Bersama”. Strategi kolaborasi ini diambil untuk memastikan pemerataan ekonomi dan optimalisasi fasilitas olahraga di berbagai kabupaten dan kota.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa model tuan rumah bersama ini adalah bentuk inovasi birokrasi. Dengan menyebar lokasi pertandingan, beban finansial tidak hanya bertumpu pada satu APBD, tetapi dikeroyok bersama oleh daerah-daerah yang telah menyatakan kesiapan operasional dan anggaran.
“Persiapan terus dimatangkan. Indikator kesiapannya nyata, yaitu anggaran Porprov sudah terakomodir dalam APBD masing-masing kabupaten dan kota yang menjadi tuan rumah,” ujar Mahyeldi usai menerima audiensi pengurus KONI Sumbar di Istana Gubernuran, Senin (12/1/2026).
Bukan Sekadar Lomba, Tapi Investasi Atlet
Sudut pandang out of the box dari pelaksanaan tahun ini adalah memposisikan Porprov sebagai laboratorium investasi. Mahyeldi menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni perebutan medali, melainkan screening awal untuk membangun skuat tangguh menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Penundaan panjang di masa lalu justru menjadi momentum bagi KONI Sumbar untuk menata ulang manajemen pembinaan. KONI kini mengintensifkan koordinasi lintas sektor agar standar pertandingan di setiap daerah “tuan rumah bersama” memiliki kualitas yang seragam.
Sinergi Anggaran dan Infrastruktur
Ketua KONI Sumbar, Hamdanus, mengungkapkan bahwa progres persiapan saat ini sangat menggembirakan. Kunci sukses kali ini terletak pada transparansi dan sinergi anggaran antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah.
“Masing-masing daerah tuan rumah bertanggung jawab penuh atas dukungan anggaran di wilayahnya. Kami di KONI terus mengawal agar komunikasi dengan pengurus cabang olahraga dan atlet berjalan tanpa sumbatan,” jelas Hamdanus.
Dengan melibatkan banyak daerah sebagai pelaksana, Porprov 2026 diharapkan mampu memicu gairah sport tourism di Sumatera Barat. Wisatawan dan pendukung atlet akan tersebar ke berbagai pelosok nagari, yang secara otomatis akan menggerakkan roda UMKM lokal di sekitar vanue pertandingan. Langkah ini menjadi bukti bahwa olahraga bisa menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat jika dikelola dengan semangat kolaborasi.

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.