Mahasiswa Polinela Hadirkan Empat Paket Wisata Unggulan, Dorong Kemandirian Desa Lampung
lampung Tengah, Lampung [DESA MERDEKA] – Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela) tahun pendanaan 2025 memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan desa melalui pengembangan agrowisata edukatif di Desa Wisata Poncowati, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah. Inisiatif yang didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditjen Riset dan Pengembangan) Kemendikbudristek ini berfokus menjadikan Poncowati sebagai pusat pendidikan lingkungan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Tim pelaksana dari PM-BEM Polinela, yang diketuai oleh Dr. Anwar Rahman bersama Ali Muropo, S.Pd., M.A., dan Sutarni, S.P., M.E.P., berhasil merumuskan dan mengimplementasikan empat paket wisata edukatif unggulan. Program ini melibatkan aktif 20 anggota BEM Polinela, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Karang Taruna setempat, sejalan dengan agenda nasional “Membangun Kota dan Desa Berkelanjutan” dan peningkatan kesejahteraan petani.
Empat Pilar Agrowisata Poncowati
Empat paket wisata yang dikembangkan terintegrasi untuk memberikan pengalaman holistik bagi pengunjung, sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya desa:
- Edu Farm Tour (Wisata Pertanian Terpadu): Pengunjung diajak menelusuri proses pertanian dari hulu ke hilir, mencakup pengalaman menanam sayuran, panen buah, fun games, memberi makan ternak, hingga belajar praktik berkelanjutan seperti pengolahan biogas dan pupuk organik.
- Eco-Animal Farm Learning (Wisata Edukasi Peternakan): Paket ini berfokus pada edukasi budidaya, di mana pengunjung dapat memancing, panen ikan, belajar budidaya lele dan ayam petelur, bahkan edukasi tentang lebah madu.
- Agro-Culinary Local Wisdom: Menawarkan pengalaman kuliner lokal, mempromosikan produk khas desa seperti petis belimbing, seblak, bakso lokal, minyak herbal Virgin Coconut Oil (VCO), dan madu Poncowati.
- Agro-Adventure and Digital Spot Tour: Merupakan paket petualangan yang memanfaatkan teknologi dengan integrasi QR Code Edukasi Digital. Lokasi yang dikunjungi meliputi kebun nanas, sarang tawon madu, kebun belimbing, penangkaran burung dan kelinci, serta budidaya lebah lanceng, menjadikannya menarik bagi generasi muda.
Digitalisasi dan Partisipasi Warga Kunci Utama
Ketua pelaksana, Anwar Rahman, menegaskan bahwa inti dari program ini adalah partisipasi masyarakat. “Paket wisata ini dirancang agar masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan desa. Digitalisasi seperti QR Trail menjadi kunci untuk menarik minat generasi muda dan wisatawan modern,” jelas Anwar, menekankan pentingnya adopsi teknologi dalam pengembangan desa wisata.
Inovasi ini tidak hanya sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan (SDGs 4, 8, 11, dan 12), tetapi juga menghasilkan luaran penting, termasuk modul pelatihan ber-HKI (Hak Kekayaan Intelektual), papan interpretasi informatif, sistem reservasi online, serta pembentukan Pokdarwis Muda untuk memperkuat tata kelola desa wisata.
Dampak positif program ini sudah mulai terasa dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan dan bertambahnya peluang ekonomi baru bagi warga setempat. Kepala Desa Poncowati menyambut baik dan mengapresiasi inovasi Polinela, menyatakan kesiapan desa untuk melanjutkan dan mengintegrasikan metode pengembangan agrowisata ini ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) mendatang.
Melalui program PM-BEM Polinela, Desa Poncowati bertransformasi dari sekadar destinasi rekreasi menjadi pusat pendidikan praktis, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, menjadikannya model bagi desa-desa lain di Lampung.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.