Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

BUMDes · 28 Apr 2025 10:24 WIB ·

Plantungan Berdikari: BUMDes Rp 8 Miliar, Desa Sejahtera!


					Plantungan Berdikari: BUMDes Rp 8 Miliar, Desa Sejahtera! Perbesar

Blora [DESA MERDEKA]Di tengah bentangan sawah yang menghijau dan rindangnya pepohonan yang menyejukkan mata, sebuah permata tersembunyi di jantung Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bernama Desa Plantungan, sedang menuliskan babak baru kisah kemandiriannya. Berkat angin segar yang dibawa oleh Undang-Undang Desa, yang memberikan otonomi lebih besar dalam pengelolaan kekayaan lokal, Plantungan kini menjelma menjadi model inspiratif bagi desa-desa lain di seantero negeri. Bagaimana tidak? Potensi desa yang selama ini mungkin terpendam, kini berhasil dioptimalkan sedemikian rupa hingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blora tak dapat menyembunyikan kebanggaannya saat menuturkan bagaimana UU Desa telah menjadi fondasi yang kokoh bagi kemajuan Plantungan. “Dengan berlandaskan pada UU Desa, langkah Desa Plantungan untuk berdikari dalam mengelola sumber daya yang mereka miliki adalah sebuah keputusan yang sangat tepat. Hasilnya pun kini dapat kita saksikan bersama, dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pembagian keuntungan yang adil dan merata hingga pembangunan infrastruktur yang semakin membaik,” ungkapnya dengan nada penuh keyakinan.

Lebih jauh, DPMD Blora mengambil peran aktif dalam melakukan pembinaan, monitoring, serta evaluasi secara berkala terhadap kinerja BUMDes di Plantungan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pergerakan roda perekonomian desa, mulai dari pengelolaan pendapatan, alokasi dana untuk pembangunan fisik, hingga kontribusi di bidang sosial, tercatat dengan transparan dan akuntabel.

“Seluruh BUMDes di Kabupaten Blora secara rutin menyampaikan laporan perkembangan mereka kepada kami setiap enam bulan sekali. Namun, pencapaian yang diraih oleh BUMDes Plantungan ini benar-benar di luar ekspektasi. Bayangkan saja, omzet kotor mereka mampu menyentuh angka fantastis, yakni Rp 12 miliar per bulan! Sementara keuntungan bersih yang berhasil mereka bukukan mencapai angka yang tak kalah mencengangkan, yaitu Rp 8 miliar,” imbuhnya, seolah masih tak percaya dengan lompatan kemajuan yang telah dicapai oleh Plantungan.

Hebatnya lagi, kontribusi BUMDes Plantungan tidak hanya terbatas pada peningkatan kesejahteraan internal desa. Melalui sebuah skema pengelolaan yang cerdas dan terstruktur dengan baik, BUMDes ini juga memberikan sumbangsih yang signifikan sebesar Rp 3 miliar kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Blora. Sebuah prestasi gemilang yang patut diacungi jempol dan menjadi sumber inspirasi yang tak ternilai harganya bagi desa-desa lain di Blora yang memiliki potensi serupa.

Prasetyo, seorang Tenaga Ahli (TA) pemberdayaan masyarakat yang bertugas di DPMD Blora, menambahkan bahwa kunci utama kemajuan sebuah desa terletak pada kemampuan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Ia kemudian memberikan sebuah perbandingan yang menarik dengan studi kasus yang terjadi di Magelang.

“Dulu, meskipun wilayah Magelang dianugerahi kekayaan sumber daya alam berupa Candi Borobudur yang mendunia, ironisnya, masyarakat di sekitarnya justru berkutat dengan keterbatasan ekonomi. Hal ini disebabkan karena keterlibatan warga dalam pengelolaan potensi wisata hanya sebatas pada hal-hal kecil seperti pengelolaan toilet, tanpa adanya partisipasi langsung dalam pengelolaan potensi yang lebih besar. Namun, seiring dengan adanya perubahan mekanisme dan pengelolaan yang lebih inklusif, kini masyarakat Magelang perlahan mulai menikmati berkah dari potensi wisata tersebut,” jelas Prasetyo dengan memberikan contoh konkret.

Dengan nada sedikit heran, Prasetyo melanjutkan, “Jika saya melihat potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Blora, sesungguhnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Magelang. Namun, kenyataan yang saya temui di lapangan justru menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakatnya masih jauh tertinggal. Tentu saja, ini menjadi sebuah anomali yang perlu segera ditemukan solusinya.”

Oleh karena itu, Prasetyo menekankan betapa pentingnya bagi seluruh desa di Kabupaten Blora untuk memiliki keberanian dalam mengambil langkah-langkah inovatif dan kreatif. Dengan keberanian dan sentuhan inovasi, diharapkan desa-desa di Blora mampu mengelola potensi sumber daya alam yang melimpah secara mandiri dan efektif, meneladani kesuksesan yang telah diraih oleh Desa Plantungan dalam mewujudkan desa yang berdikari dan masyarakat yang sejahtera. Kisah gemilang Desa Plantungan ini adalah bukti nyata bahwa dengan pengelolaan yang tepat dan visioner, sebuah desa mampu menjadi motor penggerak utama kemajuan daerah.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 64 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BUMDes Jiko Banau Cetak Uang Lewat Udang Vaname

16 Mei 2026 - 06:32 WIB

Aroma Pembiaran Anggaran Negara pada BUMDes Jatayu Subang

16 Mei 2026 - 02:01 WIB

Desa Lifuleo Jadi Kiblat Baru Ekonomi Mandiri NTT

15 Mei 2026 - 21:59 WIB

Belajar dari Ponggok: Mengapa Desa Tak Perlu Saling Contek Bisnis?

3 Mei 2026 - 10:24 WIB

Juara Desa Magetan: Mesin Uang Terancam Jalan Rusak

1 Mei 2026 - 18:23 WIB

Matinya Ratusan Ayam BUMDes Malaka: Siapa yang Salah?

22 April 2026 - 09:35 WIB

Trending di BUMDes