Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 16 Feb 2026 06:16 WIB ·

Pesantren Ramadan Sumbar: Proyek Mercusuar Mencetak Pemimpin Peradaban 2045


					Pesantren Ramadan Sumbar: Proyek Mercusuar Mencetak Pemimpin Peradaban 2045 Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sumatera Barat sedang menyiapkan sebuah “pabrik” pemimpin masa depan di balik kekhusyukan bulan suci. Melalui peluncuran Pesantren Ramadan 1447 H di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (15/2/2026), Pemerintah Provinsi Sumbar menegaskan bahwa Ramadan tahun ini adalah momentum investasi karakter, bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, memandang Pesantren Ramadan sebagai laboratorium manusia untuk menjemput visi Generasi Emas. Baginya, pembangunan daerah yang berkelanjutan tidak boleh hanya terpaku pada infrastruktur fisik, tetapi wajib menyentuh penguatan kualitas ruhani dan intelektual generasi muda.

“Kita tidak ingin meninggalkan generasi yang lemah secara mental, pengetahuan, ekonomi, apalagi agama. Pesantren Ramadan ini adalah ikhtiar nyata agar anak-anak kita menjadi sosok tangguh yang siap memimpin peradaban di masa depan,” tegas Mahyeldi di hadapan ratusan pelajar dan tokoh masyarakat.

Madrasah Karakter di Era Digital
Mengusung tema besar “Ramadhan Madrasah Generasi Emas”, kegiatan ini memposisikan bulan puasa sebagai ruang pendidikan intensif untuk mengasah kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial. Di tengah gempuran arus informasi, penguatan moral dinilai menjadi benteng terakhir bagi calon pemimpin Sumatera Barat.

Ketua Bidang Metodologi Fatwa MUI Pusat, Buya Dr. H. Gusrizal Gazahar, yang hadir memberikan tausiyah, mengingatkan bahwa esensi Ramadan adalah latihan kejujuran yang paling murni. “Ramadan sejatinya melatih keikhlasan. Tentukan niatmu, maka Allah akan menolong untuk menjadi pribadi yang mampu membedakan hak dan batil,” pesan Buya Gusrizal.

Strategi Mengurangi Kesenjangan Kualitas SDM
Program Pesantren Ramadan 1447 H ini dirancang agar tidak menjadi agenda seremonial belaka. Pemprov Sumbar menargetkan adanya peningkatan daya saing santri melalui kurikulum yang menyeimbangkan aspek spiritual dan intelektual.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pemuda Sumbar hari ini memiliki kesiapan menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai masyarakat yang religius. Dengan sinergi antara pemerintah, ulama, dan pendidik, Tarhib Ramadan tahun ini resmi menjadi garis start bagi Sumatera Barat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mengejar capaian duniawi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Aturan Baru Pilkades Purworejo Antisipasi Fenomena Kotak Kosong

27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Ombudsman Evaluasi Pelayanan Publik Sumbar, OPD Diwajibkan Berinovasi

24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Tambahan TKD Sumbar Cair, Percepat Pemulihan Nagari Pascabencana

24 Juli 2026 - 05:38 WIB

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Trending di PEMDA