Ngade Sone, Ternate [DESA MERDEKA] — Masjid Al-Mirza Ngade Sone, Kelurahan Toboleu, Kecamatan Kota Ternate Utara, menjadi saksi peringatan penting yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. H. Hidayatussalam Syehan, M.A., Qadhi Kesultanan Ternate, dalam khutbah Jumat, 15 Agustus 2025 (20 Safar 1447 Hijriah). Di hadapan para jemaah, beliau menekankan bahaya besar dari sifat-sifat buruk yang bisa merusak keimanan dan kehidupan manusia, terutama hasad atau dengki.

Dalam khutbahnya, Ustadz Hidayatussalam menjelaskan bahwa hasad adalah penyakit hati yang sangat berbahaya. Pelakunya merasa dengki terhadap kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain. Lebih jauh lagi, sifat ini sering kali disertai dengan penyakit hati lainnya, seperti kikir dan lemahnya iman. Orang yang hatinya diliputi hasad selalu merasa takut tersaingi. Penyakit ini juga berakar pada “Al-Wahhaan,” sebuah istilah yang merujuk pada penyakit cinta dunia dan takut akan kematian, sebagaimana yang pernah diwanti-wanti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika seseorang terjebak dalam penyakit ini, ia akan menghalalkan segala cara demi mencapai ambisi duniawinya, bahkan sampai rela menjual agamanya.

Padahal, Al-Qur’an dan hadis telah berulang kali mengingatkan bahwa akhirat jauh lebih baik daripada dunia dan seisinya. Mereka yang terlalu mencintai dunia justru akan kehilangan keseimbangan akal sehat dan terjebak dalam perilaku yang merugikan diri sendiri serta orang lain, seperti berani-beraninya menafsirkan agama demi kepentingan politik pribadinya.

Menurut Ustadz Hidayatussalam, bahaya yang ditimbulkan oleh sifat hasad tidak hanya berdampak pada spiritual, tetapi juga fisik dan mental:
* Menjauh dari kesehatan fisik dan jiwa. Hati yang dipenuhi dengki akan mengganggu ketenangan batin, yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
* Kehilangan keseimbangan akal sehat. Pikiran pendengki akan dipenuhi dengan prasangka buruk dan kebencian, sehingga sulit berpikir jernih dan objektif.
* Terjerumus dalam berbagai keburukan. Hasad dapat menjadi pintu masuk bagi perbuatan-perbuatan maksiat lainnya, yang pada akhirnya akan menjerumuskan pelakunya pada kehancuran.
Lebih lanjut, Ustadz Hidayatussalam juga menyebutkan tiga sifat yang dapat membinasakan manusia, sebagaimana yang dicontohkan dalam sejarah awal penciptaan:
* Kesombongan, yang menghancurkan agama. Sifat ini yang membuat Iblis menolak perintah Allah dan diusir dari surga.
* Tamak, yang menyebabkan Adam ‘alaihissalam dikeluarkan dari surga.
* Hasad/dengki, yang merupakan kunci dari segala keburukan dan kejahatan. Hasad adalah pemicu kejahatan pertama di bumi, yaitu pembunuhan yang dilakukan Qabil terhadap Habil.
Khutbah yang menyentuh hati ini diakhiri dengan ajakan untuk menjauhi sifat dengki. Mengingat bahwa segala kenikmatan di dunia hanyalah titipan dari Allah, satu-satunya cara untuk mendapatkan keberkahan dan ketenangan adalah dengan bersyukur. Dengan bersyukur, Allah akan menambahkan nikmat-Nya.

Setelah salat Jumat yang diimami oleh H. Umar Muchtar, para jemaah disuguhi makan siang oleh ibu-ibu majelis taklim Ngade Sone, yang dinikmati bersama di pelataran masjid. Momen kebersamaan ini menjadi penutup yang indah dari khutbah yang sarat makna.


Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.