Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 30 Agu 2023 20:51 WIB ·

Perempuan Pattaneteang Ambil Kendali: Lawan Stunting Lewat Musdes Khusus


					Perempuan Pattaneteang Ambil Kendali: Lawan Stunting Lewat Musdes Khusus Perbesar

Bantaeng, Sulawesi Selatan [DESA MERDEKA] Ada yang istimewa di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu. Saat Musyawarah Desa (Musdes) biasanya didominasi kaum adam, kali ini kaum perempuan diberikan panggung utama melalui Musdes Khusus Perempuan dan Rembug Stunting yang digelar pada Selasa, 29 Agustus 2023. Langkah ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Kepala Desa Pattaneteang, Lukman, SKM, menegaskan bahwa memberikan ruang khusus bagi perempuan adalah mandat dari undang-undang dan sejalan dengan poin kesetaraan gender dalam Sustainable Development Goals (SDGs) Desa.

“Ini adalah momen istimewa di mana kaum perempuan memiliki ruang untuk menyuarakan aspirasi dan uneg-uneg mereka secara langsung demi pembangunan desa yang lebih inklusif,” ujar Lukman.

Stunting Jadi Musuh Bersama

Dalam agenda Rembug Stunting, pemerintah desa sepakat menjadikan penanganan gagal tumbuh pada anak sebagai prioritas anggaran tahun mendatang. Strateginya cukup komprehensif: mulai dari peningkatan kapasitas kader desa, pemberian makanan tambahan (PMT) yang berkelanjutan, hingga pengetatan pemeriksaan bagi ibu hamil dan balita. Lukman menyebut proses ini sebagai konvergensi stunting, yaitu intervensi yang terkoordinasi dan terpadu untuk menyasar kelompok prioritas di desa guna melahirkan generasi cerdas dan berprestasi.

Bukan Sekadar Usulan, Tapi Kebutuhan

Senada dengan hal tersebut, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tompobulu, Ramli, S.Sos, mengingatkan agar ibu-ibu yang hadir tidak terjebak pada usulan fisik semata, melainkan fokus pada solusi nyata pencegahan stunting. “Semangat kaum perempuan ini tak kalah hebat dari laki-laki. Perjuangan kalian di kancah perencanaan ini harus dikawal untuk membawa perubahan desa yang lebih bermartabat,” kata Ramli disambut tepuk tangan riuh para peserta.

Ketua BPD Pattaneteang, Asdar, SE, yang membuka acara tersebut, memberikan catatan kritis. Ia meminta peserta diskusi untuk memilah antara “keinginan” dan “kebutuhan”. BPD berjanji akan menampung dan mengawal seluruh aspirasi tersebut hingga dieksekusi oleh pemerintah desa menjadi program nyata di RKPDes (Rencana Kerja Pemerintah Desa).

Melalui Musdes Khusus ini, Desa Pattaneteang membuktikan bahwa keterlibatan aktif perempuan bukan hanya tentang kuota, melainkan tentang kualitas kebijakan yang menyentuh akar rumput, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Desa Go Global: Menembus Pasar Dunia Lewat Literasi Karantina

13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ekspor Bumbu Jadi: Cara Desa Berhenti Jual Barang Mentah

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Lilin Kecil Desa: Mesin Utama Pangan Nasional Prabowo

12 Mei 2026 - 06:01 WIB

Trending di PEMERINTAHAN