Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Keamanan alat berat menjadi salah satu tantangan serius dalam proses penanggulangan bencana dan normalisasi sungai di Kota Padang. Guna memastikan pengerjaan berjalan tanpa kendala, para pemuda nagari kini mengambil peran strategis untuk melakukan penjagaan ketat terhadap alat berat yang beroperasi di wilayah terdampak bencana.
Langkah ini diambil menyusul adanya laporan kehilangan komponen alat berat yang dicuri oleh oknum tidak bertanggung jawab di salah satu lokasi bencana selama masa tanggap darurat. Pencurian tersebut dinilai sangat merugikan karena menghambat percepatan normalisasi sungai yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mencegah banjir susulan.
Konsolidasi Pemuda dan Dukungan DPRD Sumbar
Untuk mengatasi masalah keamanan ini, para pemuda bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, melakukan konsolidasi intensif. Dalam diskusi tersebut, disepakati bahwa setiap lokasi pengerjaan akan dijaga oleh dua orang pemuda setempat.
Evi Yandri menyatakan komitmennya untuk menanggung seluruh operasional penjagaan tersebut. Sebagai wakil rakyat dari Dapil Padang, ia menyadari bahwa pengerahan alat berat untuk normalisasi sungai adalah prioritas utama selain pemenuhan kebutuhan pangan korban banjir bandang.
“Keamanan alat berat adalah kunci agar proses normalisasi tidak terhenti. Partisipasi pemuda nagari sangat penting untuk memastikan alat-alat ini aman dan bisa bekerja maksimal untuk masyarakat,” ungkap Evi Yandri.
Anak Nagari Jadi Jembatan Komunikasi
Selain bertugas dalam aspek keamanan, konsolidasi yang juga diikuti oleh OPD Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi Provinsi Sumbar ini memberikan peran tambahan bagi anak nagari. Pemuda diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pelaksana proyek dan warga sekitar.
Jika terdapat kendala teknis atau gangguan di lapangan saat alat berat bekerja, para pemuda bertugas memberikan penjelasan yang persuasif kepada warga. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menghambat pengerjaan di lokasi bencana.
Keterlibatan aktif pemuda ini menunjukkan bahwa anak nagari tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan dalam proses pemulihan infrastruktur pascabencana. Sinergi antara pemuda, pemerintah, dan dewan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan lingkungan dan memberikan rasa aman bagi petugas di lapangan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.