Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

JALAN JAJAN · 13 Jul 2023 15:00 WIB ·

Pasutri Penjual Martabak Purbalingga Nekat Bersepeda ke Makkah


					Foto Pasangan Arif dan Nurlaeli saat gowes di Purbalingga (sumber : foto pribadi arif) Perbesar

Foto Pasangan Arif dan Nurlaeli saat gowes di Purbalingga (sumber : foto pribadi arif)

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Halaman Masjid Desa Cipawon, Purbalingga, mendadak haru biru saat ratusan warga melepas keberangkatan Arif Mulyono dan Nurlaeli. Pasangan suami istri (pasutri) penjual martabak ini mengambil langkah out of the box: nekat bersepeda ke Makkah demi memangkas waktu tunggu antrean haji pemerintah yang mencapai 23 tahun.

Menggunakan dua unit sepeda kayuh biasa, pasutri asal Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini membulatkan tekad untuk menunaikan ibadah haji secara mandiri pada musim haji 2024. Keputusan ekstrem ini mereka ambil karena enggan menunggu puluhan tahun dalam daftar tunggu resmi. Sebagai bentuk dukungan moral, ratusan warga desa bersama komunitas sepeda lokal berkumpul memberikan penghormatan terakhir sebelum mereka mengayuh pedal.

Isap tangis dan pelukan hangat keluarga mengiringi langkah awal Arif dan Nurlaeli dari rumah mereka. Perjalanan spiritual ini bukan aksi spontan, melainkan buah dari kedisiplinan finansial yang luar biasa. Pasutri Purbalingga ini telah menabung selama puluhan tahun dari setiap lembar keuntungan hasil penjualan martabak demi mengumpulkan dana haji berdua.

“Kami berniat untuk bersepeda sambil beribadah. Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan paspor dan segala persyaratan dokumen lainnya. Perkiraan waktu perjalanan untuk tiba di lokasi sekitar 8 bulan,” ungkap Arif Mulyono di sela pelepasan.

Sang istri, Nurlaeli, menguatkan bahwa keputusan bersepeda ke Makkah ini murni karena panggilan jiwa. “Jika ikut program reguler, kami harus menunggu 23 tahun. Saya dan suami sudah bertekad bulat. Insya Allah, kami akan melaksanakan ibadah haji pada tahun 2024,” tegasnya optimis.

Sesuai rute yang telah dirancang, pasutri tangguh ini akan mengayuh sepeda melintasi batas geografis beberapa negara, mulai dari Singapura, Thailand, Myanmar, Uni Emirat Arab, hingga akhirnya menyentuh tanah suci Arab Saudi. Jika berjalan sesuai estimasi, mereka akan tiba di Makkah dua bulan sebelum prosesi ibadah haji 2024 dimulai.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 145 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Paket Wisata Hotel Mewah Wajib Gandeng Desa Wisata

17 Mei 2026 - 21:31 WIB

Mentawai: Menata Surga Dunia Agar Desa Tak Terpinggirkan

13 Mei 2026 - 09:40 WIB

Terobosan Guru MGMP IPS: Ubah Benteng Tua Jadi Ruang Kelas

2 Mei 2026 - 08:19 WIB

Bandara Mentawai Diperpanjang Akses Wisata Desa Kian Terbuka

29 April 2026 - 20:40 WIB

Vila Bodong Menjamur, Desa Hanya Jadi Penonton?

26 April 2026 - 13:07 WIB

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Trending di JALAN JAJAN