Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 28 Jan 2026 13:04 WIB ·

Pangkalpinang UHC 99 Persen: Sakit Tak Lagi Menakutkan


					Pangkalpinang UHC 99 Persen: Sakit Tak Lagi Menakutkan Perbesar

Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung [DESA MERDEKA] Kota Pangkalpinang baru saja membuktikan bahwa jaminan kesehatan bukan sekadar barisan angka statistik, melainkan “pelampung penyelamat” nyata bagi warganya. Melalui raihan UHC Award 2026, ibu kota Provinsi Bangka Belitung ini mengukuhkan diri sebagai wilayah dengan tingkat proteksi kesehatan yang nyaris sempurna, yakni mencapai 99,86 persen.

Capaian fantastis ini melampaui standar nasional sebesar 98 persen. Bagi warga Pangkalpinang, angka ini berarti hilangnya “teror” biaya saat harus masuk rumah sakit. Pemerintah kota telah memastikan hampir seluruh penduduknya terlindungi oleh payung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Thamrin, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah kesulitan warga. “Masyarakat kini dapat mengakses layanan kesehatan tanpa rasa takut terbebani biaya yang mahal,” ungkapnya mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin.

Integritas di Balik Anggaran Subsidi
Sudut pandang menarik dari keberhasilan ini adalah konsistensi Pemkot dalam melakukan “jemput bola” bagi kelompok rentan. Tidak sekadar mengimbau warga untuk mendaftar, pemerintah daerah secara rutin mengalokasikan anggaran khusus untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Strategi ini memastikan tidak ada warga yang tertinggal hanya karena kendala ekonomi. Sinergi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama mengapa Pangkalpinang mampu mencapai angka kepesertaan yang hampir menyentuh batas mutlak 100 persen.

Bukan Sekadar Mengejar Angka
Meski meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) adalah prestasi besar, dr. Thamrin menekankan bahwa tantangan sesungguhnya baru dimulai. Fokus pemerintah kini bergeser dari sekadar kuantitas kepesertaan menuju peningkatan kualitas layanan di puskesmas maupun rumah sakit daerah.

“Penghargaan ini adalah penguat komitmen kami. Kami ingin memastikan kualitas layanan di fasilitas kesehatan juga sebanding dengan cakupan kepesertaannya,” pungkas Thamrin. Dengan raihan ini, Pangkalpinang kini menjadi kiblat baru bagi daerah lain dalam hal kepedulian sosial dan pelayanan publik yang inklusif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Trending di KESEHATAN