Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 10 Okt 2024 08:39 WIB ·

Pakan Maggot, Kunci Sukses Budidaya Lele dan Pemberdayaan Masyarakat


					Pakan Maggot, Kunci Sukses Budidaya Lele dan Pemberdayaan Masyarakat Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] – Thomas Sultana, seorang praktisi pemberdayaan masyarakat, menyoroti pentingnya kolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam program cakap SDGs Desa episode 391, Sultana berbagi pengalamannya dalam mengembangkan budidaya lele dengan memanfaatkan pakan magot.

“Saya melihat potensi besar dalam budidaya lele, terutama dengan menggunakan pakan magot,” ujar Sultana. “Pakan magot tidak hanya lebih murah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, seperti mengurangi limbah organik dan menciptakan lapangan kerja baru.”

Sultana menjelaskan bahwa penggunaan pakan magot dapat mengurangi biaya produksi secara signifikan. Selain itu, dengan melibatkan peternak magot lokal, budidaya lele dapat berkontribusi pada pengelolaan sampah organik di desa.

“Dengan cara ini, kita tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak lele, tetapi juga memberikan solusi bagi permasalahan sampah,” tambah Sultana.

Lebih lanjut, Sultana juga menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung. Ia telah berhasil menjalin kerjasama dengan pemijah bibit lele, peternak magot, pengepul, dan bahkan pelaku UMKM yang memproduksi produk olahan lele.

“Saya yakin, dengan pendekatan kolaboratif seperti ini, kita dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat desa,” tegas Sultana.

Tantangan dan Peluang

Meskipun potensi budidaya lele sangat besar, Sultana mengakui bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus diatasi, seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan pengetahuan teknis.

“Namun, saya optimis bahwa dengan dukungan dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan para pelaku usaha, kita dapat mengatasi tantangan-tantangan tersebut,” ujarnya.

Sultana juga melihat peluang besar untuk mengembangkan produk olahan lele, seperti nugget lele, bakso lele, dan produk frozen lainnya. Hal ini tidak hanya dapat meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Era Baru Karate Malut: SK PB FORKI Terbit, Ahmad Assagaf Siap Bidik Prestasi Internasional

19 Januari 2026 - 19:31 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 16: Festival Lembah Pusako

19 Januari 2026 - 08:12 WIB

Wabup Sambas Kukuhkan 11 Kades: Jangan Terbuai Perpanjangan Jabatan

19 Januari 2026 - 07:48 WIB

Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro

18 Januari 2026 - 15:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 15: Menjaga Alam, Menjaga Budaya

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Kedaulatan Data: Langkah Cirebon Akhiri Drama Bansos Salah Sasaran

17 Januari 2026 - 09:08 WIB

Trending di RAGAM