Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 27 Apr 2026 13:09 WIB ·

Otonomi Daerah: Jangan Sampai Desa Hanya Jadi Penonton


					Otonomi Daerah: Jangan Sampai Desa Hanya Jadi Penonton Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Sumatera Barat menjadi alarm keras bagi seluruh level pemerintahan, terutama desa. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa esensi otonomi adalah manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar urusan administratif di tingkat kota. Fokus utama kini beralih pada kemandirian fiskal dan penguatan sektor UMKM serta pariwisata yang notabene merupakan denyut nadi ekonomi pedesaan.

Gubernur mengingatkan bahwa ketergantungan berlebih pada dana pusat harus segera diakhiri. Di Sumatera Barat, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor unggulan menjadi harga mati agar pembangunan tidak berjalan lambat.

Sinkronisasi: Kunci Agar Desa Tidak Terisolasi
Salah satu poin krusial dalam amanat Mendagri yang dibacakan Mahyeldi adalah pentingnya sinkronisasi anggaran. Selama ini, ego sektoral sering kali membuat program di tingkat provinsi dan kabupaten tidak “nyambung” dengan kebutuhan riil di desa.

“Sinkronisasi adalah kunci. Program provinsi, kabupaten/kota, hingga nasional harus saling terhubung,” tegas Mahyeldi di halaman Kantor Gubernur (27/4/2026). Digitalisasi sistem yang terintegrasi kini didorong untuk memastikan kinerja pemerintahan lebih transparan dan berbasis data dari akar rumput.

Inovasi Lokal Sebagai Senjata Mandiri
Otonomi daerah menuntut keberanian inovasi tanpa harus berjalan sendiri-sendiri. Gubernur mendorong kolaborasi lintas wilayah untuk menangani isu krusial seperti infrastruktur dan kebencanaan yang kerap menghantam wilayah pelosok.

Bagi desa, momentum otonomi ke-30 ini adalah tantangan untuk membuktikan kemandirian. Sektor pariwisata dan UMKM yang terus dipacu oleh Pemprov Sumbar harus mampu ditangkap oleh pemerintah desa sebagai peluang meningkatkan kesejahteraan warga secara mandiri, tanpa terus-menerus menengadahkan tangan ke pemerintah pusat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tambang Ilegal Hancurkan Desa: Gubernur Sumbar Desak Izin Rakyat

27 April 2026 - 09:05 WIB

Solok Selatan dan Mentawai Berhasil Borong Miliaran Rupiah

27 April 2026 - 08:54 WIB

Kadis PMD Malaka Ngamuk Saat Ditanya Nasib BUMDes

24 April 2026 - 23:56 WIB

Silokek Menuju UNESCO: Harga Diri Indonesia Ada di Desa

24 April 2026 - 19:16 WIB

Jangan Khianati Rakyat: Pesan Keras Kajati untuk Sumbar

24 April 2026 - 19:06 WIB

Teknologi Dasawisma: Sensor Pembangunan Terdepan dari Nagari Air Haji

24 April 2026 - 10:46 WIB

Trending di PEMDA