Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

DESA · 4 Mar 2026 13:24 WIB ·

Normalisasi BKG 30A Pebayuran Dongkrak Produktivitas Petani Bekasi


					Normalisasi BKG 30A Pebayuran Dongkrak Produktivitas Petani Bekasi Perbesar

Pebayuran, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Harapan petani di Desa Sumberurip untuk meraih panen maksimal segera menjadi kenyataan. Lewat sosialisasi yang digelar Rabu (4/3/2026), Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Kementerian Pertanian resmi mengumumkan rencana normalisasi saluran irigasi BKG 30A di Kampung Pamahan, Kecamatan Pebayuran. Langkah ini diambil sebagai solusi permanen untuk memperlancar distribusi air sawah sekaligus menyudahi ancaman genangan saat musim hujan.

Proyek ini bukan sekadar pengerukan lumpur biasa, melainkan upaya strategis untuk menjaga ketahanan pangan di wilayah Bekasi. Dengan aliran air yang lebih sehat, risiko gagal panen akibat kekeringan maupun banjir di area persawahan Desa Sumberurip diprediksi akan menurun drastis.

Sinergi Pusat dan Daerah untuk Petani
Perwakilan Kementerian Pertanian, Riyanto, S.P., M.M., bersama Hasan Basri dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, turun langsung memastikan program ini dipahami dengan baik oleh masyarakat. Normalisasi ini menjadi kunci utama agar infrastruktur irigasi kembali pada fungsi optimalnya.

“Normalisasi BKG 30A sangat krusial bagi produktivitas pertanian. Kami ingin aliran air sampai ke ujung sawah tanpa hambatan, sehingga hasil panen petani bisa lebih optimal dari sebelumnya,” ujar Hasan Basri dalam forum dialog tersebut.

Kolaborasi Jadi Kunci Kelancaran Proyek
Camat Pebayuran, Hasim Adnan Adha, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan pengerjaan ini bergantung pada dukungan penuh warga. Melalui sosialisasi di RT 001/001 Kampung Pamahan ini, pemerintah membuka ruang dialog agar tidak ada kendala teknis maupun sosial saat alat berat mulai bekerja di lapangan.

Dukungan lintas sektor dari kementerian hingga pemerintah desa diharapkan mampu menciptakan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar. Normalisasi ini tidak hanya menguntungkan sektor pertanian, tetapi juga memperbaiki sanitasi lingkungan permukiman yang kerap terdampak luapan air saluran saat intensitas hujan tinggi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Demokrasi Bantarjaya: Daftar Pemilih BPD Resmi Ditetapkan hari ini

16 April 2026 - 10:58 WIB

Soreang Digital: Strategi Mandiri Lewat Ikan dan AI

11 April 2026 - 03:17 WIB

Sengketa Lapak Popoh: Saat Realitas Sosial Beradu Aturan

11 April 2026 - 01:56 WIB

Prestasi vs Preseden: Nasib Desa Sukojati di Ujung Prosedur

11 April 2026 - 00:06 WIB

Lapak Panas Desa Popoh: Sengketa Adat atau Intimidasi?

10 April 2026 - 21:11 WIB

Tenun Kakaniuk: Dari Desa Malaka Menuju Pasar Nasional

10 April 2026 - 15:13 WIB

Trending di DESA