Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 18 Mar 2026 23:36 WIB ·

Guru Honorer di Malaka Sulap BUMDes Jadi Raja Telur


					Iwan Nahak, Guru honorer selaku Ketua Bumdes Hidup Baru Desa Leunklot, (dok, Fabi) Perbesar

Iwan Nahak, Guru honorer selaku Ketua Bumdes Hidup Baru Desa Leunklot, (dok, Fabi)

Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Siapa sangka, di tangan seorang guru honorer, sebuah unit usaha desa mampu menjadi penopang gizi warga sekaligus mesin uang yang mandiri. Ignasius Wendelinus Nahak, atau yang akrab disapa Iwan, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi pribadi bukan penghalang untuk menggerakkan ekonomi kolektif melalui BUMDes Hidup Baru di Desa Leunklot, Kabupaten Malaka.

Berbekal idealisme mantan aktivis, Iwan kini memimpin operasional ayam petelur yang menjadi tumpuan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap pagi, kandang BUMDes ini sibuk memproduksi rata-rata 270 butir telur berkualitas. Enam rak di antaranya langsung diserap untuk kebutuhan gizi anak-anak di wilayah Taaba, sementara sisanya ludes diborong warga desa dengan harga terjangkau, Rp2.000 per butir.

Strategi Mandiri di Tengah Efisiensi Anggaran
Tahun 2026 menjadi ujian berat bagi banyak desa akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional. Namun, Iwan tidak berpangku tangan saat alokasi tambahan dana desa terhenti. Ia menerapkan logika bisnis yang sehat: memutar keuntungan penjualan untuk pengadaan indukan baru.

“Kami tidak bisa bergantung terus pada suntikan dana. Kepercayaan dari kepala desa adalah modal sosial, tapi keberlanjutan usaha adalah soal manajerial yang bertanggung jawab,” tegas Iwan, Rabu (18/3/2026). Langkah berani ini membuat BUMDes Leunklot tetap eksis di saat unit usaha desa lain mungkin sedang tiarap.

Magnet Studi Banding antar-Desa
Keberhasilan Iwan mengelola unit ayam petelur ini mulai memicu efek domino di Kabupaten Malaka. Tingginya permintaan dari kios-kios hingga pelaku usaha kecil di Kecamatan Weliman menjadikan Leunklot sebagai percontohan nyata ketahanan pangan berbasis komunitas.

Kini, sejumlah kepala desa dan pengurus BUMDes dari wilayah lain mulai berdatangan ke Leunklot untuk belajar rahasia operasional yang efektif. Iwan telah bertransformasi dari seorang pendidik di kelas menjadi mentor ekonomi di lapangan, membuktikan bahwa BUMDes bisa tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi lokal jika dikelola dengan integritas dan semangat kolektif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 173 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemdes Rabasa Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Lewat Dana Desa 2026, TPP Malaka Barat Apresiasi Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

29 Juni 2026 - 20:25 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo, Warisan Sejarah yang Menggerakkan Pembangunan Desa

28 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo

Bupati Ingkar Janji, Warga Marubun Lokkung Simalungun Terisolasi

27 Juni 2026 - 22:42 WIB

Drs. Nasril Menang Pilwana Guguak Kuranji Hilir, Diwarnai Protes Warga yang Kehilangan Hak Pilih

27 Juni 2026 - 20:43 WIB

Dari Warga untuk Desa: Warnai Musdes RKP 2027 Tamanharjo

25 Juni 2026 - 20:01 WIB

Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen

25 Juni 2026 - 02:50 WIB

Trending di DESA