Bener Meriah, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] – Dedikasi tanpa batas ditunjukkan tim medis Puskesmas Lampahan dalam menembus “dinding” isolasi di pelosok Kabupaten Bener Meriah. Pasca-bencana banjir dan longsor 26 November 2025 lalu, Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning di Kecamatan Timang Gajah masih lumpuh total akibat infrastruktur yang hancur. Jembatan yang putus serta badan jalan yang amblas membuat bantuan harus dihantarkan dengan cara manual.
Menghadapi kondisi jembatan putus dan tanah labil, para tenaga kesehatan proaktif melakukan aksi “jemput bola”. Menggunakan sepeda motor hingga berjalan kaki melewati jalur berlumpur, mereka memastikan layanan kesehatan dasar tetap menyentuh tangan masyarakat yang kini kesulitan mobilitas menuju fasilitas medis.
Prioritas Kelompok Rentan di Pengungsian
Hingga saat ini, tim medis telah melakukan empat kali kunjungan terjadwal ke lokasi terdampak. Personel yang dikerahkan, mulai dari dokter gigi hingga perawat, fokus memantau kondisi kesehatan lansia, ibu hamil, serta anak-anak yang berada di posko pengungsian. Tanpa intervensi langsung, kelompok rentan ini berisiko kehilangan akses layanan kesehatan sama sekali.
“Medannya cukup berat, badan jalan longsor dan jembatan putus. Namun, warga sangat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar drg. Indah Kaswara, dokter gigi di Puskesmas Lampahan. Tim medis tidak hanya memberikan pengobatan gratis, tetapi juga mendistribusikan logistik berupa obat-obatan hingga paket kebersihan diri untuk menunjang sanitasi di pengungsian.
Komitmen Pelayanan Hingga Jalur Pulih
Langkah proaktif ini dipastikan akan terus berlanjut secara berkala. Bagi warga di dua desa tersebut, kehadiran tim medis bukan sekadar bantuan kesehatan, melainkan satu-satunya penyambung hidup ke dunia luar di tengah keterisolasian. Puskesmas Lampahan berkomitmen tetap hadir memberikan pelayanan medis hingga akses jalan desa kembali aman untuk dilalui masyarakat umum.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.