Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Tuntang sukses merealisasikan program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan lintas bidang yang digelar pada Selasa, 23 Desember 2025. Bertempat di Gedung MI Ma’arif Karangtengah, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 16 ranting atau desa dengan fokus pada penguatan organisasi, dakwah, dan ekonomi mandiri.
Ketua Muslimat NU PAC Tuntang, Quruun in, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk membekali kader dengan keahlian praktis. Terdapat tiga konsentrasi utama dalam pelatihan kali ini, yaitu bidang organisasi (administrasi dan Master of Ceremony), bidang dakwah (pemulasaraan jenazah), serta bidang tenaga kerja (pembuatan sabun cair).

Penguatan Organisasi dan Layanan Keagamaan
Dalam bidang organisasi, para peserta mendapatkan pendalaman materi mengenai tata kelola administrasi yang sesuai dengan AD/ART Muslimat NU. Selain itu, pelatihan MC diberikan agar para kader mampu memimpin acara di majelis taklim dengan baik dan benar sesuai standar organisasi.
“Kami ingin ibu-ibu di bidang organisasi memiliki keilmuan yang mantap. Begitu juga dengan MC, karena Muslimat NU sangat aktif di kegiatan sosial dan keagamaan, kemampuan berbicara di depan publik menjadi sangat penting,” jelas Quruun in.
Sementara itu, pada bidang dakwah, pelatihan pemulasaraan jenazah menjadi prioritas untuk memastikan warga Muslimat mampu merawat jenazah perempuan secara mandiri sesuai syariat. Tujuannya adalah agar di tengah masyarakat tidak ada lagi jenazah perempuan yang harus dirawat oleh laki-laki karena keterbatasan ilmu di lingkungan sekitar.

Kemandirian Ekonomi Melalui Produksi Sabun Cair
Aspek pemberdayaan ekonomi turut menjadi sorotan melalui workshop pembuatan sabun cair. Langkah ini diambil agar Muslimat NU tidak hanya bergantung pada sumber dana eksternal, tetapi mampu menciptakan produk unggulan yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga maupun organisasi.
Menariknya, seluruh biaya pelatihan ini sepenuhnya ditanggung oleh kas Muslimat NU PAC Tuntang tanpa memungut biaya dari peserta. Setelah pelatihan, tim dari bidang tenaga kerja akan melakukan monitoring ke setiap ranting untuk memastikan kader mempraktikkan ilmu yang didapat di desa masing-masing.
“Harapan kami, sabun cair ini bisa menjadi produk UMKM khas Muslimat Tuntang. Nantinya, kami akan membangun jaringan pemasaran yang lebih luas, termasuk bekerja sama dengan Koperasi Muslimat NU Kabupaten Semarang untuk memperkenalkan produk warga kami ke pasar yang lebih besar,” tambah Quruun in.
Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian agenda besar lainnya, termasuk rencana kegiatan sosial di bulan Ramadan, Hafidah Quran, hingga peringatan Maulid Nabi dengan “Seribu Terbang” atau kolaborasi rebana massal pada tahun mendatang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.