Madiun, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Meninggalkan rumah dalam keadaan kosong saat mudik sering kali memicu rasa waswas. Menjawab kekhawatiran tersebut, 25 personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Pulerejo, Madiun, menjalani pelatihan khusus di bawah komando Babinsa Serka Kusbiyanto untuk memperketat pengamanan lingkungan selama masa libur Lebaran.
Strategi utamanya bukan sekadar ronda, melainkan peningkatan koordinasi cepat dengan aparat desa dan Babinsa. Fokus patroli diarahkan pada kawasan pemukiman yang ditinggal penghuninya, guna menutup celah bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang kerap memanfaatkan momentum rumah kosong.
Bukan Sekadar Jaga, Tapi Deteksi Dini
Dalam pembekalan di depan Balai Desa Pulerejo, Serka Kusbiyanto menekankan bahwa peran Linmas di musim mudik adalah menjadi “mata dan telinga” pertama bagi keamanan wilayah. Mereka dilatih melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas melalui rute patroli yang lebih efektif dan sistem pelaporan yang sigap.
“Kami ingin memastikan warga bisa berlebaran di kampung halaman dengan rasa aman dan nyaman. Linmas harus lebih sigap memantau situasi, terutama di titik-titik rawan pemukiman sepi,” tegas Serka Kusbiyanto saat memimpin latihan di Kecamatan Pilangkenceng.
Sinergi Kuat untuk Keamanan Lingkungan
Pelatihan ini tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga membangun sinergi antara masyarakat, aparat desa, dan TNI. Kesiapsiagaan Linmas Desa Pulerejo diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketertiban, sehingga angka kriminalitas saat musim mudik dapat ditekan hingga nol persen.
Dengan pembekalan teknis patroli yang lebih modern dan komunikatif, para personel Linmas kini merasa lebih siap menjalankan tugas berat mereka. Rasa aman warga adalah prioritas utama, dan Linmas Pulerejo berada di garda terdepan untuk mewujudkannya.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.