Banjir Bandang Landa Mandailing Natal, Ratusan Jiwa Desa Muara Batang Angkola Dievakuasi
Mandailing Natal, Sumatera Utara [DESA MERDEKA] – Bencana alam melanda Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, setelah luapan dua sungai besar menyebabkan Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, nyaris tenggelam. Sejak Kamis (27/11) pukul 07.00 WIB, ketinggian air dilaporkan telah mencapai sekitar 2,5 meter, memaksa sebagian besar penduduk desa harus dievakuasi.
Sekitar 800 jiwa penduduk Desa Muara Batang Angkola telah diungsikan secara bertahap sejak Rabu (26/11) ke lokasi yang lebih aman. Proses evakuasi ini diarahkan ke dua wilayah tetangga, yaitu Desa Tanggabosi di Kecamatan Siabu dan Desa Tantom di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).
Camat Siabu, Sudarajat Putra, membenarkan informasi lonjakan air yang terjadi drastis pada pagi hari. “Naiknya air di Desa Muara Batang Angkola ini sekitar pukul 07.00 WIB pagi, dengan tinggi mencapai 2,5 meter,” ujar Camat saat dikonfirmasi pada Kamis (27/11) siang.

Pemuda Bertahan Jaga Aset Warga
Meskipun sebagian besar penduduk telah mengungsi, dilaporkan sekitar 30 pemuda desa memilih untuk tetap bertahan di lokasi. Mereka berlindung di lantai dua masjid desa. Keputusan untuk bertahan ini bukan tanpa alasan. Salah seorang warga yang mengungsi, bermarga Hasibuan, menjelaskan bahwa para pemuda tersebut memiliki misi penting.
“Tiga puluh pemuda yang masih bertahan di desa itu semata-mata untuk menjaga rumah penduduk agar jangan diganggu pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Hasibuan saat dihubungi dari Desa Tanggabosi.
Situasi di lokasi dilaporkan masih mencekam. Warga khawatir apabila hujan terus mengguyur wilayah hulu, luapan Aek Batang Gadis dan Batang Angkola akan semakin memburuk, sehingga potensi Desa Muara Batang Angkola tenggelam total tidak tertutup kemungkinan.
Antisipasi dan Perluasan Evakuasi
Otoritas setempat terus memantau perkembangan debit air dan kesiapan evakuasi. Camat Sudarajat Putra mengisyaratkan bahwa ancaman banjir juga mulai mengintai desa lain.
“Tidak tertutup kemungkinan warga Desa Tanjung Sialang di Kecamatan Siabu juga akan dievakuasi. Kami baru saja menerima informasinya,” tambah Camat Sudarajat, menunjukkan adanya potensi perluasan dampak bencana di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana diimbau segera memberikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi ratusan pengungsi yang tersebar di Desa Tanggabosi dan Desa Tantom, sekaligus melakukan pemetaan mitigasi bencana yang lebih komprehensif mengingat wilayah ini rawan terhadap luapan sungai. Perhatian khusus juga diarahkan pada 30 pemuda yang bertahan, guna memastikan keselamatan mereka di tengah ketinggian air yang ekstrem. Fokus saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban banjir bandang di Madina.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.