Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Human Trafficking Watch (HTW) merilis peringatan keras bagi masyarakat desa. Sindikat mafia internasional kini memakai modus baru. Mereka mengincar warga yang butuh modal usaha. Korban lalu dijebak menjadi kurir narkoba lintas negara.
Ketua HTW, Patar Sihotang, S.H., M.H., meminta warga desa waspada. “Jangan tergiur janji bantuan modal dari pihak asing,” ujarnya. Modus ini sangat rapi dan menyasar daerah.
Kronologi Jebakan Modal Usaha
Kasus terbaru menimpa JJ, seorang warga Manado. Awalnya, korban ditawari kerja sama pengembangan bisnis. Korban lalu diminta terbang ke Freetown, Afrika Barat. Alasan pelaku untuk tanda tangan dokumen usaha.
Di Afrika, korban diberi fasilitas koper gratis. Koper itu disebut berisi hadiah untuk relasi di Malaysia. Korban lalu diminta terbang ke Kuala Lumpur.
Setibanya di Malaysia, komunikasi korban langsung terputus. Keluarga kemudian mendapat kabar mengejutkan. Korban ternyata telah ditangkap oleh aparat keamanan Malaysia.
Ciri-Ciri Modus TPPO Gaya Baru
HTW memetakan lima pola utama yang wajib diwaspadai warga desa:
* Menargetkan warga yang butuh dana atau kerja.
* Menawarkan investasi besar dari luar negeri.
* Membiayai perjalanan dinas ke luar negeri.
* Menitipkan koper atau barang misterius.
* Memutuskan akses komunikasi korban di bandara.
Benteng Desa Melawan Sindikat
Sesuai UU Nomor 21 Tahun 2007, masyarakat punya peran penting. Tokoh adat, agama, dan perangkat desa harus bersatu. Desa wajib menjadi benteng pertama pencegahan TPPO.
HTW meminta warga menolak membawa barang titipan orang lain. Periksa selalu rekam jejak perusahaan yang menawarkan modal. Segera lapor ke pamong desa atau polisi jika ada kejanggalan.
misru Ariyanto jurnalis desamerdeka, saat ini menjabat sekretaris parade Nusantara DPD kabupaten Bekasi


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.