Mentawai, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Selama ini dunia mengenal Kepulauan Mentawai hanya lewat keganasan ombaknya yang menjadi surga bagi para peselancar. Namun, pekan ini sebuah pemandangan berbeda terlihat di perairan Muara Siberut. Kapal pesiar mewah asal Prancis, MV Le Jacques Cartier, bersandar dengan membawa 155 wisatawan mancanegara untuk mencicipi sisi lain Mentawai: Wisata Budaya Otentik.
Langkah ini menandai pergeseran kelas pariwisata Sumatera Barat (Sumbar). Mentawai kini tak lagi hanya menjadi incaran pemain selancar, tetapi juga menjadi destinasi premium bagi pelancong kapal pesiar internasional. Kunjungan ini merupakan bukti nyata bahwa promosi budaya yang gencar dilakukan mulai membuahkan hasil di kancah global.
Kearifan Lokal di Desa Wisata Muntei
Begitu menginjakkan kaki di daratan, para turis dari berbagai negara Eropa dan Asia ini langsung disambut oleh Tari Turuk Laggai di Desa Wisata Muntei. Bukan sekadar hiburan, tarian tradisional ini merupakan gerbang bagi wisatawan untuk mengenal filosofi kehidupan masyarakat Siberut yang harmonis dengan alam.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa kekuatan Mentawai terletak pada orisinalitasnya. “Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat pemandangan, tetapi untuk belajar dan merasakan langsung denyut kehidupan masyarakat kita. Budaya otentik adalah modal besar yang harus dirawat,” ujar Mahyeldi di Padang, Jumat (16/1/2026).
Obat Penawar Pasca-Bencana
Menariknya, kedatangan kapal pesiar berbendera Prancis ini hadir di saat yang sangat tepat. Sumatera Barat baru saja berjuang pulih dari dampak bencana hidrometeorologi yang melanda akhir November lalu. Kehadiran ratusan wisman ini dianggap sebagai stimulan ekonomi yang krusial untuk memicu efek domino bagi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Gubernur Mahyeldi menilai kunjungan ini sebagai sinyal kepercayaan dunia internasional terhadap keamanan dan daya tarik Sumbar pasca-bencana. “Ini adalah kabar baik di tengah upaya pemulihan. Pariwisata harus memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga lokal melalui desa wisata dan ekonomi kreatif,” tambahnya.
Setelah mengeksplorasi kekayaan budaya di Siberut Selatan, kapal pesiar MV Le Jacques Cartier melanjutkan pelayarannya menuju Pulau Nias. Tren ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kunjungan kapal-kapal pesiar mewah lainnya ke perairan ‘Bumi Sikere’ di masa mendatang.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.