Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 1 Jan 2026 13:32 WIB ·

Mendes Yandri Pilih Doa di Desa Ketimbang Pesta Mewah


					Mendes Yandri Pilih Doa di Desa Ketimbang Pesta Mewah Perbesar

Serang, Banten [DESA MERDEKA] Di saat banyak orang merayakan pergantian tahun dengan kembang api dan pesta pora, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, memilih jalan sunyi. Ia hadir di tengah masyarakat Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, untuk mengikuti ritual doa akhir tahun dan berbagi kasih dengan warga rentan pada Rabu (31/12/2025).

Langkah ini menjadi sudut pandang unik bagi seorang pejabat negara yang memilih suasana pedalaman ketimbang pusat kota di malam pergantian tahun. Didampingi Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, kehadiran tokoh nasional ini menjadi simbol bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal penguatan spiritual dan nilai kemanusiaan.

Refleksi di Tengah Duka Bencana Nasional
Bagi Yandri, merayakan tahun baru dengan doa dan santunan adalah bentuk simpati mendalam bagi masyarakat Indonesia lainnya yang tengah berduka. Ia mengingatkan bahwa saat ini saudara-saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sedang berjuang menghadapi dampak bencana alam.

“Kegiatan ini luar biasa karena menjadi bentuk refleksi dan evaluasi. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah agar masyarakat tidak berlebihan merayakan tahun baru sebagai bentuk empati bagi mereka yang tertimpa bencana,” ujar pria yang juga mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Ujung Tebu: Miniatur Kepedulian Sosial
Kepala Desa Ujung Tebu, Enjat Sudrajat, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran Menteri dan Bupati bukan sekadar protokoler, melainkan suntikan moral bagi warga desa. Desa ini mencatat ada 70 anak yatim piatu dan 130 lansia yang menjadi fokus utama dalam pemberian santunan malam itu.

Aksi sosial ini bukan hanya soal nominal bantuan, melainkan tentang bagaimana pemimpin turun langsung menyentuh kelompok rentan di momen transisi tahun. Enjat berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi pejabat publik lainnya agar senantiasa menempatkan kepedulian sosial di atas kepentingan seremonial yang mahal.

Acara yang berlangsung khidmat di bawah kaki Gunung Karang ini ditutup dengan doa bersama. Harapannya sederhana namun mendalam: kesehatan, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh warga desa dalam menyongsong tahun yang baru. Turut hadir dalam momen tersebut Camat Ciomas, Ugun Gurmilang, beserta jajaran tokoh agama dan masyarakat setempat yang larut dalam suasana persaudaraan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

DKP Banggai dan LAUTRA Sulteng Matangkan Jadwal Musdes Sosialisasi

27 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Dari Voucher Seharga 10 ribu, Yogi Berakhir di Balik Jeruji

27 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Menanti Angka di Balik Tepuk Tangan: Menguliti Retorika Kolaborasi Kementerian Desa

21 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Trending di RAGAM