Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

POLITIK · 5 Sep 2025 15:33 WIB ·

Membangun Kesadaran Global: Tantangan dan Peluang Asia Tenggara


					Gita Wirjawan Paparkan Kunci Transformasi Asia Tenggara, Dari Literasi hingga Energi, Kamis (04/09/2025) di Kampus Universitas Paramadina Jakarta. (Foto: Arif Haryadi) Perbesar

Gita Wirjawan Paparkan Kunci Transformasi Asia Tenggara, Dari Literasi hingga Energi, Kamis (04/09/2025) di Kampus Universitas Paramadina Jakarta. (Foto: Arif Haryadi)

Jakarta [DESA MERDEKA] – Universitas Paramadina baru saja menggelar Forum Meet the Leaders ke-6 dengan menghadirkan Gita Wirjawan untuk membahas tantangan dan peluang Asia Tenggara dalam menempatkan diri sebagai pusat kesadaran global, Kamis (04/09/2025).

Acara yang dipandu oleh Wijayanto Samirin ini menyoroti berbagai isu krusial yang perlu diatasi oleh negara-negara di kawasan ini.

Mendorong Peningkatan Literasi dan Pendidikan

Gita Wirjawan, yang pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Indonesia Bersatu II, menekankan bahwa salah satu tantangan terbesar Asia Tenggara adalah kelemahan dalam membangun narasi global.

Ia menyoroti rendahnya jumlah publikasi tentang Asia Tenggara—hanya 0,26% dari total buku yang terbit di dunia—meskipun populasi kawasan ini mencapai lebih dari 700 juta jiwa. Menurutnya, hal ini menunjukkan “masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam literasi dan numerasi.”

Untuk mengatasi hal tersebut, Gita menekankan pentingnya investasi besar dalam pendidikan. Dengan 88% kepala keluarga dan 93% pemilih di Indonesia belum memiliki gelar sarjana, “Pendidikan menjadi fondasi utama untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan politik,” tegas Gita.

Ia juga menyoroti peran sentral guru dalam menumbuhkan imajinasi, ambisi, dan etos kerja keras pada generasi muda, yang merupakan modal utama untuk maju.

Mengatasi Kesenjangan dan Mendorong Pembangunan

Selain pendidikan, Gita juga membahas kesenjangan sosial-ekonomi yang timpang, baik dalam hal kekayaan, pendapatan, peluang, maupun pertumbuhan ekonomi antara kota besar dan daerah kecil.

Ia juga menyoroti pentingnya akselerasi pembangunan infrastruktur energi, seperti yang terjadi di Indonesia.

Indonesia membutuhkan 400.000 megawatt listrik untuk modernisasi, tetapi hanya mampu membangun 3.000–5.000 megawatt per tahun.

Dalam konteks global, Gita membandingkan Asia Tenggara dengan Tiongkok, yang dalam 30 tahun berhasil melipatgandakan GDP per kapita hingga 30 kali lipat, jauh di atas Asia Tenggara yang hanya tumbuh 2,7 kali lipat.

“Kesuksesan Tiongkok ini tak lepas dari investasi pada pendidikan, infrastruktur, tata kelola, dan otonomi kota dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” tukas Gita.

Gita menyimpulkan bahwa nasionalisme sejati tidak hanya tentang identitas, tetapi tentang bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan.

Ia mendorong generasi muda untuk terbuka terhadap talenta, imajinasi, ambisi, serta keberuntungan yang lahir dari kerja keras.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Ziarah Mohammad Yamin: Misi Senior PP Perkuat Solidaritas Organisasi

12 April 2026 - 06:03 WIB

Slogan Perempuan Mengabdi: Anggi Putri Warnai Kursi BPD Bantarjaya

28 Maret 2026 - 15:22 WIB

Trending di POLITIK