Jakarta [DESA MERDEKA] – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah sejak awal tahun 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan asupan gizi dan semangat belajar anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan angin segar bagi perekonomian di tingkat desa.
Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DEN, Jakarta, Kamis (9/1/2025), Luhut dengan antusias menjelaskan bahwa MBG memiliki dimensi ekonomi yang signifikan. “Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak, tetapi juga menjadi katalisator pergerakan ekonomi yang substansial di desa-desa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Luhut memaparkan bahwa implementasi MBG telah memicu peningkatan aktivitas ekonomi yang nyata di berbagai desa. Masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, kini memiliki peluang usaha baru dalam menyediakan beragam bahan makanan yang dibutuhkan untuk program tersebut. “Perputaran uang di tingkat desa mengalami peningkatan yang cukup drastis. Hal ini tentu saja berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal,” imbuhnya dengan optimisme.
Tak hanya itu, Luhut juga meyakini bahwa program MBG akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029. “Dengan adanya suntikan dana dan aktivitas ekonomi baru dari program MBG ini, potensi perputaran uang di desa bisa mencapai hampir Rp9 miliar. Ini adalah angka yang cukup besar dan akan menjadi pendorong kuat bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” katanya.
Selain memberikan dampak positif pada sektor ekonomi, program MBG juga membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan anak-anak sekolah dan keluarga mereka. Luhut menuturkan bahwa antusiasme anak-anak terhadap program ini sangat tinggi. Mereka kini dapat menikmati makanan bergizi tanpa harus membebani kondisi ekonomi orang tua.
“Program Makan Bergizi Gratis ini membuat anak-anak menjadi lebih sehat dan memiliki semangat yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” ungkap Luhut. “Selain itu, program ini juga secara langsung meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi keluarga yang memiliki banyak anak usia sekolah.”
Senada dengan Luhut, Anggota DEN, Arief Anshory Yusuf, juga memberikan pandangannya mengenai efektivitas program MBG dalam mengurangi beban pengeluaran konsumsi rumah tangga. “Dengan adanya program ini, keluarga dapat menghemat sebagian besar pengeluaran yang sebelumnya dialokasikan untuk makanan anak-anak. Ini merupakan bantuan yang sangat berarti, terutama bagi keluarga dengan tingkat pendapatan yang rendah,” kata Arief.
Arief juga menyoroti potensi dampak jangka panjang yang sangat menjanjikan dari program MBG. “Dalam perspektif jangka panjang, program ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara keseluruhan. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi yang baik sejak usia dini akan tumbuh menjadi generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya dengan keyakinan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.