Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 13 Feb 2026 20:13 WIB ·

Maubesi Jadi Pionir, Tiga Desa Insana Tengah Bangun Gerai Koperasi


					Camat Insana Tengah, Silvester Bano, S.Sos. Perbesar

Camat Insana Tengah, Silvester Bano, S.Sos.

Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Camat Insana Tengah, Silvester Bano, S.Sos., mengonfirmasi lompatan besar dalam penguatan ekonomi kerakyatan di wilayahnya. Hingga Februari 2026, pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mulai menunjukkan hasil nyata. Dari tujuh desa yang ada, Desa Maubesi resmi menjadi pionir dengan menyelesaikan pembangunan fisik gerai hingga 100 persen.

Langkah ini merupakan bagian dari misi besar untuk memutus rantai ketergantungan ekonomi desa terhadap pasar luar. Silvester menegaskan bahwa kehadiran gerai ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kedaulatan ekonomi masyarakat di perbatasan.

“Maubesi sudah rampung total. Sementara Desa Lanaus dan Desa Tainsala sedang mengejar ketertinggalan, saat ini masuk tahap pengecoran dan pemasangan tembok,” jelas Silvester di ruang kerjanya, Rabu (11/2/2026).

Diplomasi Adat untuk Solusi Lahan
Meski progres di tiga desa berjalan mulus, tantangan besar masih membayangi empat desa lainnya, yakni Letmafo, Letmafo Timur, Sone, dan Oehalo. Silvester mengakui bahwa semangat membangun sudah ada, namun ketersediaan lahan menjadi sandungan utama.

Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, Pemerintah Kecamatan menempuh jalur diplomasi budaya. Silvester kini aktif membangun komunikasi intensif dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat guna mencari solusi hibah atau penyediaan lahan secara partisipatif.

“Tanah di desa seringkali berkaitan dengan ulayat. Kami tidak ingin memaksakan, tapi kami tawarkan solusi komunikasi agar program ekonomi ini tetap berjalan demi kebaikan warga bersama,” tambahnya.

Bukan Sekadar Gedung, Tapi Kapasitas SDM
Pemerintah Kecamatan Insana Tengah menyadari bahwa bangunan megah tanpa pengelola yang andal akan sia-sia. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pengurus koperasi.

Silvester mengimbau agar seluruh kepala desa tidak bersikap pasif. Program KDMP adalah peluang emas untuk menumbuhkan titik ekonomi baru di tingkat desa. Dengan manajemen yang transparan dan SDM yang mumpuni, gerai koperasi ini diharapkan mampu menjadi mesin uang bagi masyarakat desa, bukan sekadar pelengkap administrasi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar dan Dinas Perpustakaan Siapkan Program Tingkatkan Minat Generasi Muda ke Perpustakaan

22 April 2026 - 21:25 WIB

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Trending di RAGAM