Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 16 Jan 2026 14:23 WIB ·

Masjid Jadi Pusat Ekonomi, Minang Halal Fest 2026 Dimulai


					Masjid Jadi Pusat Ekonomi, Minang Halal Fest 2026 Dimulai Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Ada pemandangan berbeda di kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi pekan ini. Bukannya sepi setelah waktu salat, rumah ibadah ikonik Sumatera Barat ini justru bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi umat melalui perhelatan Minang Halal Fest 2026 yang berlangsung pada 16–18 Januari 2026.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat membuka acara pada Jumat (16/1), menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar wacana religi, melainkan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif. Menurutnya, Sumbar memiliki modal unik berupa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang membuat konsep halal lifestyle sangat organik dengan jati diri masyarakat setempat.

“Masjid kini memegang peran strategis. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi menjadi pusat literasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas,” ujar Mahyeldi.

Peluang Emas: 32 Ribu Sertifikasi Halal Gratis
Kabar paling menggembirakan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) adalah komitmen pemerintah dalam memperkuat daya saing produk lokal. Pada tahun 2026 ini, Sumatera Barat mendapatkan alokasi lebih dari 32 ribu sertifikasi halal gratis melalui program SEHATI dari BPJPH.

Kuota besar ini diharapkan menjadi “bensin” bagi UMK untuk menembus pasar yang lebih luas. Gubernur mendesak sinergi antara perbankan syariah, pendamping halal, dan pemerintah daerah agar proses administratif ini berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.

Sinergi Bank Indonesia dan Ekosistem Halal
Dukungan penuh juga datang dari Bank Indonesia (BI). Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Rifki Ismal, menekankan pentingnya penguatan tata kelola di kawasan masjid agar menjadi pusat aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. BI berkomitmen membantu peningkatan mutu pengelolaan masjid agar mampu mengelola ekonomi umat secara profesional.

Minang Halal Fest 2026 sendiri dikemas dengan berbagai agenda menarik, mulai dari simposium, bazar produk halal, hingga talkshow edukatif. Acara ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, dunia usaha, dan komunitas untuk membumikan keuangan syariah dalam keseharian masyarakat.

Melalui festival ini, Sumatera Barat mengirimkan pesan kuat kepada nasional: bahwa integrasi antara nilai keagamaan dan kemandirian ekonomi bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi sudah menjadi gaya hidup di Ranah Minang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Toba Ngantor di Desa: Jemput Bola Layanan Publik

8 Mei 2026 - 03:57 WIB

Internet Masuk Pelosok Brebes: Jembatan Digital dari Desa

7 Mei 2026 - 18:13 WIB

Bukan Sekadar Rak Buku: Akreditasi Jadi Nyawa Perpustakaan Desa

7 Mei 2026 - 16:40 WIB

Tiga Perda Strategis Sumbar: Babak Baru Perlindungan Petani Desa

7 Mei 2026 - 14:18 WIB

Drama Paskibraka TTS: Mimpi Anak Desa Nunumeu yang Terempas

6 Mei 2026 - 20:20 WIB

Perubahan Perda Pendidikan Sumbar Angkat Peran Surau

6 Mei 2026 - 18:29 WIB

Trending di PEMDA