Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pentingnya keselarasan antara program kerja daerah dengan visi pemerintah pusat demi mempercepat pembangunan di ranah Minang. Hal ini disampaikan Mahyeldi dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih se-Sumbar di Jakarta, Rabu (19/2/2025), menjelang pelantikan resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Mahyeldi menekankan bahwa sinkronisasi program unggulan daerah dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden adalah kunci untuk menarik dukungan anggaran dan kebijakan dari pusat. Ia menginstruksikan para pemimpin daerah untuk lebih intens menjalin komunikasi dengan kementerian terkait di Jakarta.
“Dukungan pusat untuk Sumbar akan semakin meningkat jika kita sinkron dengan visi nasional. Kehadiran para kepala daerah terpilih harus memberikan daya kekuatan baru untuk memaksimalkan potensi pertanian, pendidikan, hingga pariwisata yang kita miliki,” ujar Gubernur Mahyeldi.
Target 107 Satuan Pelayanan Gizi di Tahun 2025
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang hadir dalam rapat tersebut, memaparkan bahwa Sumatera Barat membutuhkan setidaknya 600 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum.
“Saat ini Sumbar baru memiliki 3 SPPG. Target kita tahun ini adalah mendirikan 107 SPPG di berbagai titik. Peran pemerintah daerah sangat penting untuk menyediakan sarana pendukung, sementara pendanaan berada di bawah Badan Gizi Nasional,” jelas Irjen Gatot.
Selain program MBG, rapat yang dipandu Pj Sekda Sumbar, Yozarwardi Usama Putra, ini juga menyoroti strategi penjaringan investor serta optimalisasi peran diaspora atau perantau Minang dalam membangun kampung halaman.
Penyusunan RPJMD dan Pengelolaan Keuangan
Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, mengingatkan para kepala daerah terpilih agar target-target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus mencerminkan target nasional. Hal ini bertujuan agar pembangunan berjalan linier dan terukur dari tingkat kabupaten hingga pusat.
Di sisi lain, Kepala BPKAD Sumbar, Rosail Akhyari, memberikan pembekalan mengenai tata kelola keuangan daerah yang akuntabel, sementara Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Chandra, memaparkan skema dukungan perbankan daerah dalam mendanai proyek-proyek strategis di Sumatera Barat.
Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi para pemimpin baru di Sumatera Barat untuk bergerak dalam satu komando demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.