Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PENDIDIKAN · 21 Feb 2026 06:50 WIB ·

Mahasiswa USK Sulap Desa Genuren Jadi Tangguh Bencana


					Mahasiswa USK Sulap Desa Genuren Jadi Tangguh Bencana Perbesar

Aceh Tengah, Nangroe Aceh Darussalam[DESA MERDEKA] Desa Genuren kini memiliki “navigasi keselamatan” baru yang lahir dari tangan kreatif mahasiswa. Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi menyerahkan peta mitigasi bencana kepada Pemerintah Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Selasa (17/2/2026). Inisiatif ini menjadi langkah konkret dalam memetakan jalur hidup bagi warga saat menghadapi situasi darurat.

Langkah ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Alih-alih hanya berkutat di laboratorium, para mahasiswa Teknik Pertambangan USK ini terjun langsung ke lapangan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat di pedalaman Aceh Tengah.

Navigasi Raksasa di Depan Kantor Desa
Peta mitigasi yang diserahkan memiliki ukuran mencolok (A0) agar setiap detail informasi terbaca jelas. Di dalamnya, terpampang data krusial mulai dari zona merah rawan bencana, rute pelarian tercepat (jalur evakuasi), hingga titik kumpul aman bagi warga.

Rencananya, peta ini akan dipajang permanen di depan kantor desa. Penempatan ini sangat strategis agar setiap warga yang melintas bisa secara tidak sadar melakukan “latihan mental” dengan mengenali titik-titik aman di desa mereka sendiri.

Edukasi Visual Melawan Risiko
Dosen Pengawas Lapangan, Ir. Pocut Nurul Alam, M.T., menegaskan bahwa visualisasi risiko adalah kunci kesiapsiagaan. “Peta mitigasi ini penting sebagai sarana edukasi. Di dalamnya terdapat informasi vital yang harus melekat dalam ingatan kolektif masyarakat,” jelasnya didampingi tim pengawas lainnya.

Meski disusun dalam berbagai keterbatasan, semangat mahasiswa untuk memberikan dampak nyata tidak surut. Ira Nabilah, perwakilan mahasiswa, mengungkapkan rasa syukurnya atas rampungnya proyek ini. Ia berharap peta tersebut tidak hanya menjadi pajangan, tetapi menjadi pedoman hidup yang menyelamatkan.

Warisan Pengetahuan untuk Reje dan Warga
Sertah terima yang dilakukan langsung kepada Reje (Kepala Desa) Genuren ini menandai babak baru bagi desa di tepian Danau Laut Tawar tersebut. Dengan adanya data spasial yang akurat, Desa Genuren kini selangkah lebih maju dalam manajemen krisis. Mahasiswa telah memberikan lebih dari sekadar data; mereka memberikan rasa aman yang berkelanjutan melalui literasi kebencanaan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Safari Ramadhan di Bonerate: Ketika Ruang Kelas Menjadi Ruang Silaturahmi

6 Maret 2026 - 09:43 WIB

Ramadhan 1447 H di Selayar: Hikayah Salsabila Gaungkan Cinta Al-Qur’an

4 Maret 2026 - 15:52 WIB

Safari Ramadan Baso: Muhidi Dorong Generasi Emas Anti-Putus Sekolah

4 Maret 2026 - 10:39 WIB

Di Ujung Kepulauan, Guru-Guru Merawat Cahaya Ramadhan

2 Maret 2026 - 03:54 WIB

Siswa SDN 01 Candimulyo Belajar Rawat Bahagia Lewat Tanaman

1 Maret 2026 - 12:27 WIB

Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Jejaring Pendidikan di Pasimarannu

28 Februari 2026 - 11:54 WIB

Trending di PENDIDIKAN