BEM FPP UNP Dukung Pokdarwis Pantai Panjang Naik Kelas melalui Pelatihan Softskill dan Ecoprint
Padang Pariaman, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Semangat kolaborasi perguruan tinggi dan komunitas lokal digaungkan di Nagari Katapiang. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP) sukses menyelenggarakan Program Mahasiswa Berdampak pada Jumat, 21 November 2025. Program ini secara spesifik berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata lokal Nagari Katapiang, khususnya anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Panjang.
Didanai oleh Kemendiktisaintek Tahun 2025, program ini mengusung tema penting: “Peningkatan Softskill dan Hardskill Pengelola Pariwisata dalam Mendukung Pengembangan Industri Kecil dan Pengentasan Kemiskinan di Nagari Katapiang.” Kegiatan yang berlangsung sehari penuh, dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, diikuti oleh 20 peserta inti dari Pokdarwis.
Wujud Nyata Tridharma dan Dukungan Pokdarwis
Ketua Pokdarwis Pantai Panjang Katapiang, Hardimus, yang akrab disapa Edi, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, pelatihan dari mahasiswa dan dosen FPP UNP ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan pengelolaan destinasi wisata.
“Kami siap ‘naik kelas’ berkat bimbingan dari adik-adik mahasiswa dan dosen UNP,” ujar Edi, menunjukkan antusiasme Pokdarwis dalam mengimplementasikan ilmu yang didapat.
Ketua Tim FPP UNP, Indra Saputra, M. Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. “Tujuan kami jelas, yaitu meningkatkan pengetahuan dan skill masyarakat lokal. Keunikan program ini adalah pemberdayaan penuh anggota BEM, dengan pendampingan langsung dari dosen pembimbing,” jelas Indra, menekankan komitmen FPP dalam pengabdian kepada masyarakat.
Tiga Pilar Materi Unggulan: Dari Layanan hingga Ecoprint
Berlokasi di Aula Kantor Nagari Katapiang, pelatihan ini menyajikan tiga pilar materi yang padat dan relevan, menggabungkan aspek layanan pariwisata modern (softskill) dengan keterampilan praktik (hardskill).
Pertama, materi “Pelayanan Prima” dibawakan oleh Farid, salah seorang mahasiswa FPP UNP. Sesi ini menekankan urgensi menciptakan pengalaman yang positif dan berkesan bagi wisatawan, mulai dari momen kedatangan hingga kepulangan mereka.
Kedua, “Sapta Pesona” disampaikan langsung oleh pucuk pimpinan mahasiswa, Gea Ananda (Gege), Gubernur BEM FPP UNP. Gege memaparkan tujuh unsur penting yang wajib diimplementasikan oleh Pokdarwis untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kebersihan destinasi.
Pilar ketiga, yang merupakan hardskill inovatif, adalah pelatihan “Ecoprint”. Materi ini disampaikan oleh dosen FPP UNP, Samuel. Pelatihan ecoprint ini membuka potensi baru bagi anggota Pokdarwis untuk mengembangkan produk cendera mata unik dengan nilai ekonomi tinggi, sekaligus mendukung industri kecil lokal berbasis kearifan alam. Sinergi antara akademisi dan praktisi muda ini diharapkan dapat memacu pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Padang Pariaman.
Dengan bekal softskill yang mumpuni dalam pelayanan dan hardskill yang terasah dalam menciptakan produk, Pokdarwis Pantai Panjang Katapiang kini siap menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan teladan dalam pengentasan kemiskinan melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.