Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 21 Feb 2025 12:17 WIB ·

Mahasiswa Undip Benahi Celah Data Spasial di Desa Cepoko


					Mahasiswa Undip Benahi Celah Data Spasial di Desa Cepoko Perbesar

Sragen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Masalah akurasi batas wilayah sering kali menjadi “bom waktu” bagi pembangunan desa di Indonesia. Menyadari hal tersebut, Renisa Oktafirayani, mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro (Undip), melakukan terobosan dengan melakukan pemetaan digital dan fisik untuk Desa Cepoko, Sumberlawang, Sragen, pada periode KKN Tim 1 2024/2025.

Langkah ini diambil karena dokumen administratif di perangkat desa selama ini belum terdokumentasi secara lengkap, terutama pada level mikro seperti batas kebayan, dukuh, hingga RT. Padahal, tanpa data spasial yang akurat, pembangunan desa berisiko salah sasaran atau bahkan memicu sengketa wilayah di masa depan.

Menutup Celah Data Melalui Wawancara Mendalam
Pelaksanaan program ini tidak berjalan mulus. Renisa menemukan tantangan besar berupa minimnya informasi dasar mengenai pembagian wilayah kebayan dan RT dalam basis data desa yang ada. Untuk mengatasinya, ia melakukan metode “jemput bola” dengan mewawancarai para Kepala Kebayan guna menggali informasi sejarah dan batas fisik administratif.

Proses pemetaan ini merupakan hasil kolaborasi metode teknis dan sosial, yang menggabungkan:

  • Wawancara Tokoh Lokal: Mengambil data kualitatif dari Kepala Kebayan.
  • Observasi Lapangan: Memvalidasi data dengan kondisi riil di permukaan tanah.
  • Data Spasial Eksisting: Mengolah data satelit untuk menghasilkan peta yang presisi.

Digitalisasi untuk Masa Depan Desa
Hasil akhir dari program monodisiplin ini berupa peta administrasi dalam format cetak dan digital. Data ini nantinya diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Desa (SID) Desa Cepoko agar lebih efektif dalam menyajikan informasi wilayah kepada publik.

Bagi pemerintah desa, peta ini adalah instrumen strategis untuk merancang tata ruang dan perencanaan pembangunan berbasis data (evidence-based policy). Sedangkan bagi masyarakat, kejelasan batas wilayah memberikan kepastian administratif dan mempermudah pemahaman mengenai ruang lingkup hunian mereka. Pemetaan ini bukan sekadar tugas kuliah, melainkan warisan basis data yang krusial bagi keberlanjutan pembangunan Desa Cepoko di masa depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar Rancang Pendidikan Desa Berstandar Global

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Literasi Digital Jadi Kunci SDM Desa Berdaya Saing

3 Juni 2026 - 09:25 WIB

Trending di PENDIDIKAN