Tulang Bawang Barat, Lampung [DESA MERDEKA] – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Tiyuh (Desa) Karta Raya, Kecamatan Tulang Bawang Udik, pada 6 Februari 2026. Selama sebulan penuh, para peserta KKN-PPM ini tidak hanya berbaur secara sosial, tetapi juga meninggalkan “warisan” teknologi berupa peta wilayah tiyuh yang presisi.
Output berupa peta wilayah ini menjadi capaian paling krusial. Peta tersebut mencakup detail batas wilayah hingga titik koordinat fasilitas umum, yang selama ini menjadi kendala administratif bagi pihak luar maupun pendatang. Kepalo Tiyuh Karta Raya, Ana Mardiana, menyebut kontribusi ini sebagai langkah maju bagi tata kelola data di desanya.
“Keberadaan peta ini sangat memudahkan navigasi, terutama bagi pihak luar yang berkunjung. Ini adalah aset digital dan fisik yang sangat kami butuhkan,” ujar Ana Mardiana didampingi Sekretaris Tiyuh, Beni Sarkani.
Integrasi Pendidikan dan Sosial di Akar Rumput
Selain sumbangsih teknis, para mahasiswa Itera juga menyentuh aspek fundamental pendidikan. Mereka tidak hanya membantu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tingkat SD selama jam sekolah, tetapi juga menginisiasi bimbingan belajar tambahan di luar jam sekolah secara sukarela.
Kehadiran mahasiswa Itera selama periode 8 Januari hingga 6 Februari 2026 ini juga mencairkan sekat antara akademisi dan warga melalui aktivitas rutin:
- Keagamaan: Aktif dalam pengajian rutin dan peringatan hari besar di masjid tiyuh.
- Kesehatan: Menggelar senam sehat rutin setiap sore bersama warga.
- Olahraga: Menjadi motor penggerak sekaligus panitia turnamen bola voli lokal.
Kemandirian Desa Berbasis Data
Program KKN-PPM Itera ini membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa di desa harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Dengan adanya peta tiyuh yang baru, Karta Raya kini memiliki fondasi yang kuat untuk perencanaan pembangunan berbasis geospasial di masa depan.
Perpisahan mahasiswa Itera meninggalkan kesan mendalam bagi warga Tiyuh Karta Raya, yang kini tidak hanya merasakan kehangatan sosial, tetapi juga terbantu secara infrastruktur informasi desa yang lebih modern.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.