Padang Pariaman [DESA MERDEKA] – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (UNAND) kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan masyarakat. Kali ini, fokus utama tertuju pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di berbagai desa. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua LPPM UNAND, Prof. Dr. techn. Marzuki, S.Si, M.Sc. Eng., saat membuka kegiatan pengabdian masyarakat secara daring pada Rabu (30/04/2025).
Dalam acara yang dihadiri oleh para dosen, tenant binaan, serta mitra pendampingan tahun 2025, Prof. Marzuki menyampaikan bahwa LPPM UNAND membuka pintunya lebar-lebar bagi siapapun yang memerlukan dukungan pendampingan. Lebih lanjut, ia mendorong seluruh peserta, baik yang telah bergabung maupun yang belum, untuk memanfaatkan secara maksimal aplikasi UNAND HUB.

“Melalui aplikasi UNAND HUB ini, para tenant, mitra, serta pelaku UMKM dapat dengan mudah menyampaikan berbagai permasalahan serta kebutuhan yang dihadapi,” jelas Prof. Marzuki di hadapan 40 peserta yang dipandu oleh moderator Rahmadi. “Selanjutnya, sistem dalam aplikasi akan secara otomatis menjodohkan mereka dengan dosen yang memiliki keahlian sesuai dengan permasalahan yang ada.”
Inisiatif inovatif ini diharapkan mampu mempermudah para pelaku UMKM di berbagai desa untuk mendapatkan akses langsung keahlian dan pendampingan dari para akademisi UNAND. Dengan demikian, kualitas dan daya saing produk UMKM diharapkan meningkat secara signifikan. Selain itu, pengembangan usaha secara berkelanjutan juga menjadi tujuan utama dari program ini.
Dengan hadirnya UNAND HUB, sinergi yang lebih kuat diharapkan terjalin erat antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Kolaborasi ini memiliki potensi besar dalam memajukan perekonomian lokal secara keseluruhan. UNAND melalui LPPM-nya tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam memajukan UMKM di tingkat akar rumput. Aplikasi ini menjadi jembatan yang efektif untuk menghubungkan kebutuhan riil di lapangan dengan keahlian yang dimiliki oleh para akademisi.

Penggiat Desa. Lakukan yang Perlu saja (Prioritas).
Kita Gak perlu memenangkan semua Pertempuran.
Tinggal di Padang Pariaman, Sumatera Barat.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.