Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

OPINI · 23 Mei 2023 06:20 WIB ·

Lima Langkah Strategis Perempuan Desa Membangun Ekonomi Mandiri


					Perempuan Desa Berakit Lestarikan Mangrove, Bangkitkan Ekonomi Pesisir Perbesar

Perempuan Desa Berakit Lestarikan Mangrove, Bangkitkan Ekonomi Pesisir

Pemberdayaan Perempuan: Kunci Kemajuan Ekonomi Desa

Opini [DESA MERDEKA] Perempuan desa memiliki potensi besar dan peran yang sangat penting dalam membangun serta memajukan desa. Agar potensi tersebut optimal, diperlukan dukungan nyata dan akses ke berbagai sumber daya guna mengatasi kendala dalam berkarya. Kemandirian ekonomi perempuan bukan hanya tentang penghasilan tambahan, melainkan juga tentang martabat dan kontribusi positif bagi perekonomian desa secara menyeluruh.

Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan agar perempuan desa dapat berkarya dan bekerja dengan lebih baik:

1. Menjadikan Pertanian sebagai Peluang Bisnis
Desa biasanya memiliki lahan pertanian yang luas. Perempuan desa dapat memanfaatkan lahan tersebut sebagai peluang bisnis dengan menanam tanaman bernilai ekonomi tinggi, seperti sayuran organik, buah-buahan, dan tanaman obat. Hal ini memungkinkan mereka memperoleh penghasilan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

2. Membuka Usaha Kecil di Rumah
Selain bertani, membuka usaha kecil seperti kerajinan tangan atau produksi makanan ringan adalah peluang yang menjanjikan. Produk-produk ini dapat dipasarkan secara online (daring) atau melalui kerja sama dengan toko-toko di kota. Usaha mikro ini menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di tingkat desa.

3. Meningkatkan Keterampilan dan Pengetahuan
Peningkatan kapasitas sangatlah krusial. Perempuan desa perlu mengikuti pelatihan atau kursus, baik dalam bidang teknis produksi maupun pengelolaan usaha. Selain itu, pemahaman tentang teknologi dan internet sangat dibutuhkan agar mereka mampu memasarkan produk atau jasa secara lebih luas di era digital.

4. Membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB)
Melalui kelompok usaha bersama, perempuan desa dapat saling memberikan dukungan dan mempermudah proses pemasaran. KUB juga mempermudah akses untuk memperoleh modal usaha yang lebih besar serta menjadi wadah untuk saling belajar dan berbagi pengalaman antarpedagang atau perajin.

5. Memperoleh Akses ke Pembiayaan
Akses modal sering kali menjadi kendala utama. Untuk mengatasinya, perempuan desa dapat mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, seperti bank perkreditan rakyat atau lembaga keuangan mikro. Selain itu, program-program pemerintah yang menawarkan pembiayaan bagi UMKM harus dimanfaatkan secara maksimal.

Membangun desa berarti memberdayakan perempuannya. Dengan langkah-langkah strategis mulai dari pemanfaatan lahan hingga akses pembiayaan, perempuan desa akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkarya, bekerja, dan berdaulat secara ekonomi demi masa depan desa yang lebih maju.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 11 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukittinggi dalam Ingatan Republik: Antara Marwah Sejarah dan Hukum Negara

21 Januari 2026 - 15:08 WIB

Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu: Jalan Baru Pembangunan Desa dari Pinggiran

21 Januari 2026 - 11:25 WIB

Deklarasi Boyolali Bukan Sekadar Aspirasi yang Sunyi

20 Januari 2026 - 15:28 WIB

UMKM di Rest Area Tol Jangan Jadi “KW” Brand Besar

20 Januari 2026 - 15:16 WIB

Rest Area Tol: Kuburan atau Panggung UMKM Lokal?

19 Januari 2026 - 16:38 WIB

Emas di Tanah Ulayat: Berkah yang Belum Kita Kelola

19 Januari 2026 - 10:06 WIB

Trending di OPINI