Tegal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Suasana di Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kabupaten Tegal, kini terasa berbeda. Meja kelima di Posyandu Dahlia, yang biasanya hanya menjadi tempat pencatatan akhir, kini bertransformasi menjadi pusat “revolusi” pengasuhan melalui Program SPRING (Early Stimulation in Primary Health Service Integration).
Program kolaborasi Tanoto Foundation dan Pemkab Tegal ini menyasar anak usia 0-6 tahun dengan fokus pada satu hal yang sering terlupakan: stimulasi dini. Melalui aktivitas sederhana seperti mengajak bicara, bermain, dan latihan gerak, perkembangan otak serta kemampuan sosial anak didorong secara maksimal sejak dari desa.
Inovasi SIPADI: Rahasia Anak Cerdas dan Berani
Kader posyandu kini dibekali keahlian khusus melalui pelatihan intensif agar mampu mendeteksi dini keterlambatan perkembangan anak. Salah satu materi andalannya adalah metode SIPADI, sebuah panduan praktis enam langkah untuk orang tua:
- Menyayangi anak dengan sepenuh hati.
- Berinteraksi aktif setiap saat.
- Memberi pujian atas usaha kecil anak.
- Mengajak anak ke Pustu untuk stimulasi bersama.
- Mendampingi anak saat mempelajari hal baru.
- Memantau tumbuh kembang secara rutin melalui Buku KIA.
Ketua Kader Posyandu Dahlia, Nur Hayatun, menjelaskan bahwa program ini adalah penyempurna layanan Integrasi Layanan Primer (ILP). “Kami tidak hanya menimbang berat badan atau mengukur tinggi bayi, tapi juga memastikan motorik dan komunikasi sosial anak berjalan sesuai usianya,” ujarnya.
Dampak Nyata: Komunikasi Anak Jadi Lebih Aktif
Hasil dari konsistensi edukasi ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Karyati, salah satu orang tua di Desa Sumingkir, menceritakan perubahan signifikan pada anak keduanya yang berusia 11 bulan. Setelah rutin menerapkan stimulasi SPRING dan SIPADI, ia melihat perbedaan besar dibanding pola asuh anak pertamanya.
“Anak kedua saya jauh lebih aktif, bicaranya mulai banyak, dan yang paling penting, dia tidak takut lagi saat bertemu orang baru,” ungkap Karyati. Keberanian dan kemampuan komunikasi ini menjadi bukti bahwa interaksi konsisten di rumah mampu membentuk karakter anak yang lebih percaya diri.
Dengan hadirnya Program SPRING di level posyandu dan Pustu, akses terhadap ilmu pengasuhan modern kini berada tepat di depan pintu rumah warga. Desa Sumingkir membuktikan bahwa kualitas generasi masa depan Tegal ditentukan oleh seberapa sering orang tua mengajak anak mereka mengobrol dan bermain hari ini.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.