Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

KESEHATAN · 23 Feb 2026 04:27 WIB ·

Langkah SIPADI Ubah Pola Asuh Orang Tua di Tegal


					Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, kini tampak lebih hidup. Selain layanan kesehatan rutin, kegiatan posyandu juga diwarnai penyuluhan tentang stimulasi anak. (HO-Tanoto Foundation) Perbesar

Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, kini tampak lebih hidup. Selain layanan kesehatan rutin, kegiatan posyandu juga diwarnai penyuluhan tentang stimulasi anak. (HO-Tanoto Foundation)

Tegal, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Suasana di Pos Kesehatan Desa (PKD) Sumingkir, Kabupaten Tegal, kini terasa berbeda. Meja kelima di Posyandu Dahlia, yang biasanya hanya menjadi tempat pencatatan akhir, kini bertransformasi menjadi pusat “revolusi” pengasuhan melalui Program SPRING (Early Stimulation in Primary Health Service Integration).

Program kolaborasi Tanoto Foundation dan Pemkab Tegal ini menyasar anak usia 0-6 tahun dengan fokus pada satu hal yang sering terlupakan: stimulasi dini. Melalui aktivitas sederhana seperti mengajak bicara, bermain, dan latihan gerak, perkembangan otak serta kemampuan sosial anak didorong secara maksimal sejak dari desa.

Inovasi SIPADI: Rahasia Anak Cerdas dan Berani
Kader posyandu kini dibekali keahlian khusus melalui pelatihan intensif agar mampu mendeteksi dini keterlambatan perkembangan anak. Salah satu materi andalannya adalah metode SIPADI, sebuah panduan praktis enam langkah untuk orang tua:

  • Menyayangi anak dengan sepenuh hati.
  • Berinteraksi aktif setiap saat.
  • Memberi pujian atas usaha kecil anak.
  • Mengajak anak ke Pustu untuk stimulasi bersama.
  • Mendampingi anak saat mempelajari hal baru.
  • Memantau tumbuh kembang secara rutin melalui Buku KIA.

Ketua Kader Posyandu Dahlia, Nur Hayatun, menjelaskan bahwa program ini adalah penyempurna layanan Integrasi Layanan Primer (ILP). “Kami tidak hanya menimbang berat badan atau mengukur tinggi bayi, tapi juga memastikan motorik dan komunikasi sosial anak berjalan sesuai usianya,” ujarnya.

Dampak Nyata: Komunikasi Anak Jadi Lebih Aktif
Hasil dari konsistensi edukasi ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Karyati, salah satu orang tua di Desa Sumingkir, menceritakan perubahan signifikan pada anak keduanya yang berusia 11 bulan. Setelah rutin menerapkan stimulasi SPRING dan SIPADI, ia melihat perbedaan besar dibanding pola asuh anak pertamanya.

“Anak kedua saya jauh lebih aktif, bicaranya mulai banyak, dan yang paling penting, dia tidak takut lagi saat bertemu orang baru,” ungkap Karyati. Keberanian dan kemampuan komunikasi ini menjadi bukti bahwa interaksi konsisten di rumah mampu membentuk karakter anak yang lebih percaya diri.

Dengan hadirnya Program SPRING di level posyandu dan Pustu, akses terhadap ilmu pengasuhan modern kini berada tepat di depan pintu rumah warga. Desa Sumingkir membuktikan bahwa kualitas generasi masa depan Tegal ditentukan oleh seberapa sering orang tua mengajak anak mereka mengobrol dan bermain hari ini.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rembug Stunting Desa Kedungboto Bidik Sanitasi dan Gizi

27 Mei 2026 - 12:23 WIB

Rahasia Bontotangnga Capai Partisipasi Posyandu Seratus Persen

22 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dokter Spesialis Turun ke Desa, RS Tidak Lagi Menara Gading

18 Mei 2026 - 21:12 WIB

Birokrasi Rumit Lumpuhkan Harapan Petani Miskin Desa Jontor

17 Mei 2026 - 21:52 WIB

Nagari Sehat: Target Eliminasi TBC Sumbar Hingga Tingkat Desa

13 Mei 2026 - 09:23 WIB

Skrining TBC di Balai Desa: Jemput Bola Demi Paru Sehat

8 Mei 2026 - 05:09 WIB

Trending di KESEHATAN