Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Kunci utama penurunan angka stunting di Kabupaten Purbalingga kini bertumpu pada kecakapan komunikasi para kader kesehatan desa. Melalui pendekatan komunikasi antarpersonal yang efektif, ujung tombak kesehatan di tingkat akar rumput ini ditargetkan mampu mengubah perilaku masyarakat secara mandiri dalam pola asuh dan pemenuhan gizi anak.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyadari bahwa kedekatan kultural para kader kesehatan di desa adalah aset terbesar. Pejabat Fungsional Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Heri Budi Cahyono, menegaskan bahwa transfer informasi yang jelas dan mudah dipahami menjadi stimulus utama agar warga desa mau dan mampu berbenah. Ketika seorang kader berhasil menyampaikan edukasi tanpa terkesan menggurui, masyarakat akan lebih terbuka untuk mengadopsi kebiasaan hidup sehat.
Penurunan kasus stunting telah dikukuhkan sebagai program prioritas, baik oleh pemerintah pusat maupun Pemkab Purbalingga. Namun, kebijakan di atas kertas tidak akan berdampak tanpa adanya gerakan massal di lapangan. Di sinilah optimalisasi peran kader kesehatan desa menjadi krusial. Mereka bergerak dari rumah ke rumah, menjembatani program dinas dengan realitas harian warga.
Harapan besar diletakkan pada kolaborasi sinergis ini. Dengan membekali kader kesehatan desa keterampilan komunikasi yang persuasif, Purbalingga optimistis dapat melahirkan generasi yang bebas dari stunting. Kerja bersama antara birokrasi, kader, dan warga lokal ini diharapkan segera mewujudkan masyarakat desa yang hidup lebih sehat, produktif, dan berkualitas tinggi.
Konten Kreator Desa

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.