Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

JALAN JAJAN · 21 Mei 2023 17:20 WIB ·

Kunjungan Desa Wisata Tenganan Karangasem Naik 50% di 2023


					Kunjungan Desa Wisata Tenganan Karangasem Naik 50% di 2023 Perbesar

Karangasem, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Kabar baik datang dari sektor pariwisata Bali. Desa Wisata Tenganan Pegringsingan di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, mengalami lonjakan kunjungan wisatawan signifikan di awal tahun 2023. Peningkatan kunjungan pada periode Januari hingga Mei 2023 mencapai 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ketua Pengelola Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, I Putu Wiadnyana, mengungkapkan bahwa sebelum terjadi peningkatan ini, rata-rata kunjungan harian hanya berkisar 50 orang.

“Saat ini, rata-rata kunjungan harian mencapai 75 orang. Bisa dibilang kenaikannya hingga 50 persen,” ungkap Wiadnyana pada Minggu (21/5/2023).

Daya Tarik Budaya Bali Aga dan Kain Gringsing
Menurut Wiadnyana, komposisi wisatawan yang datang, baik domestik maupun mancanegara, relatif berimbang. Mayoritas pengunjung tertarik untuk menyaksikan langsung keasrian lingkungan desa yang unik serta proses pembuatan Kain Gringsing, tenun ikat ganda yang merupakan ciri khas Desa Tenganan dan hanya dapat ditemukan di sana.

Desa Tenganan Karangasem sendiri dikenal sebagai salah satu dari tiga desa di Bali yang termasuk kategori Bali Aga. Bali Aga merujuk pada desa-desa yang masyarakatnya masih teguh berpegangan pada peraturan dan adat istiadat peninggalan leluhur dari zaman pra-Majapahit.

Ciri khas Bali Aga tercermin jelas dalam arsitektur rumah, balai pertemuan, dan pura yang dibangun. Desa ini sangat mempertahankan aturan adat istiadat secara turun-temurun, terlihat dari konstruksi rumah penduduk yang terbuat dari campuran batu merah, batu sungai, dan tanah dengan ukuran yang relatif seragam. Keunikan tradisi dan arsitektur inilah yang menjadi daya tarik utama Desa Tenganan.

Harapan Pelaku Ekonomi Lokal
Meski terjadi lonjakan 50 persen, tingkat kunjungan saat ini masih jauh jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi COVID-19. Wiadnyana menyebutkan bahwa sebelum pandemi, kunjungan wisatawan bisa mencapai 130 orang per hari.

Kendati demikian, para pelaku pariwisata lokal menyambut baik peningkatan kunjungan ini. Kenaikan 50% ini memberikan angin segar bagi perajin tenun gringsing dan penjual cinderamata khas Desa Tenganan Pegringsingan.

Wiadnyana menambahkan bahwa sebagian besar wisatawan yang berkunjung, baik dari dalam maupun luar negeri, pasti ada saja yang membeli Kain Gringsing atau cinderamata lainnya, meskipun ada pula yang hanya berkeliling desa. Dengan tren positif ini, pelaku ekonomi lokal berharap kunjungan wisatawan dapat terus meningkat dan segera kembali ke kondisi pra-pandemi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 373 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Racikan Rempah Belakang Rumah: Primadona Baru Wisata Ambarawa

13 April 2026 - 17:51 WIB

Racikan Empon-Empon Ambarawa: Warisan Simbah yang Menembus Benteng

13 April 2026 - 15:57 WIB

Kampung Tenun Samarinda: Magnet Budaya di Gerbang IKN

2 April 2026 - 14:04 WIB

Pacu Kuda Padang Pariaman 2026: Magnet Ekonomi Perantau Pulang

29 Maret 2026 - 09:12 WIB

Stasiun Tuntang: Saat Kereta Tua Hidupi Ekonomi Desa

27 Maret 2026 - 08:07 WIB

Parkir “Nembak” Harga Rp20 Ribu Coreng Wajah Carocok Painan

25 Maret 2026 - 13:45 WIB

Trending di JALAN JAJAN