Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

EKONOMI BISNIS · 26 Apr 2023 18:43 WIB ·

Kopi Luwak Liberika Perangat Baru Kukar Tembus Pasar Australia


					Kopi Luwak Liberika Perangat Baru Kukar Tembus Pasar Australia Perbesar

Kopi Luwak Varietas Langka di Kukar Jadi Alternatif Penghasilan Petani Karet

Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] Kopi luwak, khususnya dari varietas langka Liberika, di Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil menjadi sumber penghasilan alternatif yang menjanjikan bagi mayoritas petani karet setempat. Komoditas premium ini bahkan telah menembus pasar internasional, dengan distribusinya mencapai Australia, selain dipasarkan ke berbagai perhotelan dan kementerian di dalam negeri.

Kepala Desa Perangat Baru, Fitriati, mengungkapkan bahwa pengembangan kopi luwak ini telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan kini pekebun yang tergabung dalam kelompok tani sudah memiliki pasar tersendiri.

“Produksi kami meningkat dengan adanya kopi ini. Saat ini, pemasaran kopi kami masih berorientasi sesuai permintaan konsumen, baik yang berbentuk biji sudah di-roasting maupun yang siap seduh,” ujar Fitriati.

Varietas Liberika Langka dan Harga Premium
Salah satu keunggulan utama kopi dari Perangat Baru adalah varietas Liberika yang tergolong langka. Di Indonesia, varietas kopi Liberika hanya ditemukan di tiga lokasi, yaitu Jambi, Jember, dan di Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Perangat Baru.

Desa ini telah mengalokasikan lahan seluas 25 hektare untuk pengembangan kopi luwak, dari total 60 hektare lahan yang tersedia. Meskipun baru dua hektare yang mencapai produksi maksimal, potensi ekonomi yang dihasilkan sudah sangat besar. Saat ini, kopi luwak dari Perangat Baru sudah memiliki beberapa varian pengolahan, termasuk red honey, natural, dan full wash. Harganya pun sangat premium, dibanderol bervariasi antara Rp 750.000 hingga Rp 5 juta per kilogram.

Dukungan Pemerintah dan Strategi Pengembangan
Pengembangan kopi luwak di Perangat Baru telah menarik perhatian dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Pemerintah Kabupaten Kukar turut memberikan dukungan nyata berupa bantuan 10 ekor luwak, fasilitas lantai jemur, rumah produksi, pembangunan jalan perkebunan, dan embung.

Strategi Pemerintah Desa untuk memaksimalkan produksi kopi ke depan adalah dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Selain fokus pada peningkatan produksi dan penjualan, Desa Perangat Baru juga merancang diri menjadi desa wisata bertajuk “Desa Wisata Kampung Luwak”. Destinasi wisata baru ini diharapkan menjadi ikon khas Desa Perangat Baru.

Fitriati berharap dengan adanya potensi ekonomi dari kopi luwak ini dapat membantu mendongkrak perekonomian petani. Mengingat 90% masyarakat desa adalah petani karet, kehadiran kopi luwak menjadi harapan baru untuk menyejahterakan warga Perangat Baru dan secara umum masyarakat di Kabupaten Kukar.

Dengan fokus pada Liberika, yang memiliki karakteristik rasa unik dan permintaan tinggi di pasar premium, kopi luwak dari Perangat Baru menunjukkan bahwa inovasi komoditas dapat mengubah tumpuan ekonomi desa, dari ketergantungan pada satu produk (karet) menuju diversifikasi produk bernilai jual tinggi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Suara Pelaku UMKM Sumbar: Butuh Legalitas Dan Keuangan

29 Juli 2026 - 14:45 WIB

Ekonomi Halal Global Harus Dimulai dari Desa dan UMKM

23 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kisah Sukses Marno Kembangkan Bakso Lewat Bimtek

25 Juni 2026 - 15:53 WIB

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026
Trending di EKONOMI BISNIS