Koperasi Merah Putih dan BUMDes Giri Agung Bersinergi, Fokus pada Ekonomi dan Layanan Dasar
Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah memperkuat fondasi ekonomi masyarakatnya melalui kolaborasi strategis antara Koperasi Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sinergi kedua lembaga ekonomi desa ini dinilai sebagai langkah inovatif dan berkelanjutan untuk mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang optimal dan terarah.
Kepala Desa Giri Agung, Supriyadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan potensi desa dan menjawab kebutuhan ekonomi warga melalui unit-unit usaha yang saling mendukung tanpa tumpang tindih.
“Kami mengarahkan Koperasi dan BUMDes agar memiliki fokus yang berbeda. Koperasi fokus pada layanan simpan pinjam dan penyediaan kebutuhan pokok warga, sementara BUMDes bergerak di sektor pertanian, pengelolaan hasil panen, dan layanan pendukung lainnya. Dengan pembagian peran yang jelas, keduanya dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Supriyadi pada Kamis (27/11/2025).

Jamin Ketersediaan BBM dan Pupuk Subsidi
Salah satu rencana konkret yang sedang dipersiapkan untuk meningkatkan layanan dasar ekonomi adalah pendirian kios BBM desa yang akan dikelola di bawah naungan Koperasi Merah Putih. Keberadaan kios ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan bakar dan mempermudah warga dalam mendapatkan BBM, tabung gas, maupun kebutuhan penunjang pertanian lainnya.
“Kami ingin memastikan warga tidak lagi kesulitan memperoleh BBM dan LPG. Sementara untuk distribusi pupuk subsidi, itu tetap menjadi ranah BUMDes dengan mengacu pada data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) agar penyalurannya bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Prioritas Peningkatan Layanan Kesehatan
Selain fokus pada penguatan ekonomi, Supriyadi juga menyoroti kebutuhan mendesak masyarakat terkait peningkatan layanan kesehatan dasar. Desa Giri Agung saat ini belum memiliki dokter maupun apotek yang permanen. Oleh karena itu, pemerintah desa terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dan mencari mitra yang dapat menyediakan tenaga medis dan obat-obatan.
“Ini merupakan kebutuhan mendesak bagi kami. Masyarakat memerlukan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau, sehingga kami terus berupaya membuka akses untuk layanan kesehatan dasar,” imbuhnya.
Kepala Desa berharap, keberlanjutan sinergi antara Koperasi dan BUMDes ini dapat menjadi pijakan kuat menuju kemandirian desa dan mampu membuka peluang lapangan usaha baru bagi warganya.
Dukungan atas inovasi ini datang dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto. Ia menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Desa Giri Agung, menilai bahwa integrasi antara BUMDes dan koperasi merupakan langkah tepat dalam memperluas sumber pendapatan desa sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mengelola potensi lokal mereka.
“Kami sangat mendukung langkah Desa Giri Agung. Semoga usaha yang dijalankan dapat memberikan pemasukan yang signifikan bagi desa dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam membangun ekonomi yang berbasis kolaborasi,” pungkas Arianto.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.